{"id":196,"date":"2011-11-23T20:22:21","date_gmt":"2011-11-23T13:22:21","guid":{"rendered":"http:\/\/www.hpi.or.id\/?p=196"},"modified":"2011-11-23T20:22:21","modified_gmt":"2011-11-23T13:22:21","slug":"seminar-nasional-profesi-penerjemah-masa-kini-dan-rapat-pembentukan-hpi-komda-jatim-rapat-pemilihan-ketua-hpi-komda-jatim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.hpi.or.id\/new\/seminar-nasional-profesi-penerjemah-masa-kini-dan-rapat-pembentukan-hpi-komda-jatim-rapat-pemilihan-ketua-hpi-komda-jatim\/","title":{"rendered":"Seminar Nasional \u201cProfesi Penerjemah Masa Kini\u201d dan Rapat Pembentukan HPI Komda Jatim Rapat Pemilihan Ketua HPI Komda Jatim"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pada  hari Sabtu tanggal 29 Oktober yang baru lalu telah diresmikan pendirian  HPI Komisariat Daerah Jawa Timur yang diselenggarakan bersamaan dengan  Seminar Nasional, \u201cProfesi Penerjemah Masa Kini\u201d, suatu sinergi antara  MPM (Masyarakat Penerjemah Malang), Milis Bahtera (Bahasa dan Terjemahan  Indonesia) yang merupakan wadah dalam dunia maya bagi para penerjemah,  dan HPI (Himpunan Penerjemah Indonesia). Kembali HPI menorehkan sejarah  dengan keberhasilannya membentuk Komisariat Daerah yang ke-2 dalam era  Kepengurusan HPI Periode 2010-2013.<\/p>\n<p>Seminar  Nasional dengan tema &#8220;Profesi Penerjemah Masa Kini\u201d yang merupakan  kerja sama tiga wadah profesi ini dihadiri oleh beberapa penerjemah  profesional yang sudah berkiprah di bidang penerjemahan yakni anggota  MPM, hadir pula Bapak Setyadi Setyapranata, mantan Dosen Mata Pelajaran  Penerjemahan Universitas Negeri Malang, Bapak Yahya Alaidrus Pembina  Mata Kuliah Penerjemahan Universitas Islam Malang (Unisma) dengan 24  (dua puluh empat) delegasi mahasiswanya, Ibu Iwik Pratiwi, Ketua Program  Vokasi Penerjemahan (setara D-3) Universitas Brawijaya bersama dengan  15 (lima belas) delegasi mahasiswanya, Ibu Rahmani Astuti (penerjemah  buku untuk berbagai penerbit di Indonesia) dan puluhan anggota HPI dari  Jakarta, Bandung, Surabaya, Lampung, Sidoarjo, Pasuruan, Kediri serta  masyarakat umum yang mulai tertarik menggeluti dunia penerjemahan.<\/p>\n<p>Acara  dimulai tepat pukul 09.00 dengan sambutan dari Ketua Panitia Muhammad  Sutarto yang memaparkan usaha yang telah dilakukan, kendala mengumpulkan  panitia dari berbagai wilayah di Jawa Timur, dan semangat mewujudkan  pelaksanaan Seminar Nasional dan Pembentukan HPI Komda Jawa Timur.  Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Umum HPI Pusat Bapak D.Rahadi  Notowidigdo atau yang lebih dikenal dengan sebutan Pak Eddie, yang  mengungkapkan penghargaannya atas kerja keras panitia dalam menghadirkan  sinergi 3 (tiga) wadah profesi, yakni MPM, Milis Bahtera, dan HPI dalam  satu acara yang berbobot dan memberikan manfaat kepada para penerjemah  dan calon penerjemah.<\/p>\n<p>Sesi pertama diisi oleh Ibu Anna Wiksmadhara yang membawakan makalah berjudul \u201c<em>Penerjemah Tetap vs. Penerjemah Lepas, Mana yang Paling Diidamkan<\/em>?\u201d.  Di sesi ini, Ibu Anna menjelaskan tentang plus minus bekerja sebagai  penerjemah tetap di satu institusi dan sebagai penerjemah lepas yang  bekerja di rumah dan melayani beberapa klien sekaligus. Ibu Anna yang  bekerja sebagai penerjemah di sebuah perusahaan migas multinasional di  Jakarta ini juga menunjukkan<em> slide <\/em>berisi informasi yang  penting mengenai struktur gaji penerjemah tetap pada berbagai industri  di Indonesia, kisaran harga per lembar hasil terjemahan untuk berbagai  bidang terjemahan, perkiraan honor penerjemah lepas profesional, dan  informasi lain yang menarik minat dan perhatian seluruh peserta, baik  penerjemah senior maupun para mahasiswa yang memang sedang mencari  informasi tentang peluang bekerja sebagai penerjemah.<\/p>\n<p>Di  sesi kedua, Pak Eddie yang sudah puluhan tahun menjadi penerjemah dan  memiliki banyak klien perusahaan di mancanegara ini membahas tentang  cara memasarkan jasa terjemahan di internet agar dapat menjangkau  pengguna jasa di mancanegara. Pak Eddie menekankan bahwa di masa kini,  menjadi penerjemah yang baik saja tidak cukup. Untuk menjadi sukses  dalam arti dapat memperoleh penghasilan sebesar-besarnya dari  menerjemah, penerjemah yang baik harus melengkapi dirinya dengan  keterampilan menjual jasa terjemahannya, baik kepada pengguna di dalam  maupun di luar negeri. Untuk itu, keterampilan menjual melalui internet  mutlak diperlukan. Tanpa keterampilan memasarkan jasa melalui internet,  mustahil penerjemah masa kini dapat menjangkau pasar global. Pak Eddie  lalu memberikan beberapa kiat memasarkan jasa terjemahan, antara lain  dengan membuat <em>website<\/em> sendiri, mengirim <em>email <\/em>ke  ratusan agen penerjemah, dan bergabung dengan organisasi internasional  yang melayani industri terjemahan global. Tidak tanggung-tanggung, Pak  Eddie juga memberikan tips bagaimana cara membuat profil diri yang  meyakinkan di internet dan memberi penjelasan tentang cara menerima  pembayaran dari klien luar negeri agar kita dapat menerima pembayaran  dalam mata uang <em>Dollar<\/em> dan <em>Euro<\/em>. Informasi ini,  terutama yang berkaitan dengan uang dan pembayaran dalam mata uang  asing, lagi-lagi berhasil menyedot perhatian seluruh peserta.<\/p>\n<p>Sesi ketiga diisi oleh Mas Arfan Achyar yang membahas tentang CAT (<em>Computer Aided Translation<\/em>)  Tools. Dengan gayanya yang kocak, Mas Arfan menjelaskan pentingnya alat  bantu penerjemahan bagi para penerjemah. Pengalaman demi pengalaman  diceritakan, kesulitan menerjemahkan tanpa alat bantu, bagaimana ketika  kebutuhan akan alat bantu ini mulai timbul, dan bagaimana akhirnya Mas  Arfan pada detik-detik terakhir memutuskan untuk membeli alat bantu  penerjemahan ini, yang tentunya, harus menguras kocek sampai jutaan  rupiah demi efisiensi kinerja Mas Arfan sebagai seorang penerjemah.  Pertanyaan demi pertanyaan mulai diajukan oleh para peserta yang ingin  mengetahui lebih banyak lagi mengenai alat bantu ini. Sepertinya, masih  diperlukan satu hari bagi Mas Arfan untuk melakukan demo alat bantu  penerjemahan sehingga dapat memuaskan dahaga para peserta seminar yang  memang sangat ingin mengetahui, seperti apa sih cara kerja alat bantu  penerjemahan ini. Sepertinya ini akan menjadi proyek pertama HPI Komda  Jatim untuk mengadakan pelatihan CAT Tools.<\/p>\n<p>Sebelum  menginjak ke acara selanjutnya, Sekretaris HPI, Anna Wiksmadhara,  menyampaikan paparannya mengenai Himpunan Penerjemah Indonesia. Paparan  disampaikan secara gamblang, bagaimana HPI terbentuk, bagaimana HPI  ingin berbagi pengetahuan dan pengalaman dari para penerjemah senior  kepada para penerusnya, bagaimana semangat asah-asih-asuh yang diadopsi  dari moto Bahtera diterapkan dalam kegiatan dan program kerja HPI  sehingga mampu menghadirkan wadah profesi yang dapat memberikan manfaat  nyata kepada para anggotanya. Tidak sia-sia, sebanyak 10 orang  penerjemah senior dari berbagai wilayah Jawa Timur langsung menyatakan  keinginannya untuk bergabung dengan HPI. Belum lagi, ada 23 mahasiswa  yang sudah mulai melakukan kegiatan penerjemahan buku juga menyatakan  keinginannya untuk menjadi anggota muda HPI.<\/p>\n<p>Acara  kemudian dilanjutkan dengan rapat pembentukan Komda HPI Jatim dan  pemilihan Ketua HPI Komda Jatim. Pembentukan Komda ini berawal dari  rembukan pengurus HPI Pusat dengan rekan-rekan HPI di Malang yang  kemudian disusul dengan surat tertanggal 7 Oktober, ditandatangani oleh 3  (tiga) orang anggota HPI yang menyatakan keinginan anggota HPI di Jatim  untuk membentuk Komisariat Daerah di Jatim.<\/p>\n<p>Dalam  rapat HPI dengan agenda khusus Pembentukan Komda Jatim ini, aspirasi  tersebut ditegaskan kembali secara aklamasi oleh 19 anggota HPI yang  berdomisili di Jawa Timur dan hadir dalam rapat tersebut di hadapan  pengurus HPI Pusat yang diwakili antara lain oleh Sofia F. Mansoor,  Anggota Dewan Kehormatan, D. Rahadi Notowidigdo, Ketua Umum, Anna  Wiksmadhara, Sekretaris, dan Mila Kartina Kamil, Anggota Pengurus.\u00a0 Pada  kesempatan tersebut hadir pula Lanny Utoyo, Ketua HPI Komda Jabar, dan  beberapa anggota HPI lainnya, di antaranya Arfan Achyar (Jakarta), Ira Susana (Jakarta), Lalita Wahyu Triandari (Bandung), Verawaty Pakpahan (Bandung), Wiwit  Tabah Santoso (Lampung), Rudi Atmoko (Kediri), Umi Rohimah (Malang),  Meidy Maringka (Surabaya), Ahnan Alex (Pasuruan), Shinta Dammayanti  (Mojokerto), Kiki Sidharta (Malang), Sukono (Malang), Imam Mustaqim  (Malang), Abdul Mukhid (Malang), Maskuri (Lamongan), Arif Furqon  (Malang), Arif Rahkman (Malang), Bayu Diantoro (Malang), Mawar Firdausi  (Malang), Ahmad Ridwan Munif (Malang), Anggota Milis Bahtera  Rahmani Astuti (Solo), dan beberapa Anggota Muda HPI yang berdomisili di  Jawa Timur, yang telah hadir khusus untuk memberikan semangat dan  dukungan pembentukan Komda Jatim ini.<\/p>\n<p>Setelah  menyaksikan aspirasi tersebut, Ketua Umum HPI meresmikan pembentukan  HPI Komda Jatim untuk waktu yang tidak terbatas dan berkedudukan di  Malang.\u00a0 Ketua Umum HPI kemudian menyerahkan Surat Keputusan Badan  Pengurus HPI\/187\/X\/2011\/SK kepada Ketua Panitia dan Piagam kepada Wakil  Ketua Panitia.<\/p>\n<p>Acara  dilanjutkan dengan Rapat Pertama Komisariat Daerah Jatim dengan agenda  tunggal yaitu pemilihan Ketua Komda Jatim. Rapat dipimpin oleh Bapak  Sugeng Hariyanto, Ketua MPM, penerjemah lepas yang juga bekerja sebagai  Dosen Politeknik Malang, dan dalam rapat ini bertindak sebagai Ketua  Sidang. Setelah menghitung jumlah anggota penuh yang hadir, terdapat 19  (Sembilan belas) anggota yang mempunyai hak pilih. Ketua Sidang kemudian  menyatakan bahwa rapat sudah memenuhi kuorum dan berwenang untuk  mengambil keputusan yang sah.<\/p>\n<p>Dalam  sidang diajukan 3 (tiga) calon Ketua yakni Meidy Maringka (Surabaya),  Muhammad Sutarto (Malang), dan Ahnan Alex (Pasuruan).\u00a0 Pemilihan Ketua  dilakukan dengan cara voting dan menghasilkan angka sebagai berikut:  Muhammad Sutarto dengan 13 (tiga belas) suara, Meidy Maringka dengan 5  (lima) suara, Ahnan Alex dengan 1 (satu) suara. Muhammad Sutarto  kemudian dinyatakan terpilih secara sah sebagai Ketua HPI Komda Jatim.<\/p>\n<p>Dalam  sambutannya, ketua terpilih menyatakan keinginannya untuk mengembangkan  profesi penerjemah anggota HPI di Jawa Timur terutama anggota mudanya  yang tersebar di seluruh pelosok Jawa Timur. Keinginan ini tentunya  sejalan dengan visi dan misi HPI dan sesuai dengan harapan seluruh  anggota dan calon anggota HPI yang memang menginginkan adanya kesempatan  yang sama dengan para penerjemah lain di kota-kota besar, dalam hal  kesempatan untuk mengikuti berbagai pelatihan dan kesempatan untuk  mendapatkan pekerjaan penerjemahan.<\/p>\n<p>Sementara  itu, dalam wejangannya, Ketua Umum HPI mengingatkan pentingnya untuk  terus melanjutkan sinergi yang telah terjalin antara MPM, Bahtera dan  HPI.\u00a0 Sinergi ini dapat terus dikembangkan sehingga menghasilkan manfaat  yang nyata bagi seluruh anggotanya. Pesan berikutnya adalah bahwa  pengurus Komda berperan untuk melayani kepentingan Anggota HPI dan  kepentingan komunitas penerjemah pada umumnya.\u00a0 Untuk itu anggota  pengurus harus memiliki idealisme dan komitmen tinggi untuk menjalankan  tugas mereka dengan cara kepemimpinan yang melayani (<em>serving leadership<\/em>).  Ketua Umum HPI juga berharap bahwa pengembangan yang akan dilakukan  oleh Komda Jatim akan berjalan sesuai dengan kebijakan HPI yang tertuang  dalam visi dan misi HPI.<\/p>\n<p>Wejangan  lain juga diberikan oleh anggota Dewan Kehormatan, Ibu Sofia Mansoor  yang menekankan pada semangat saling berbagi, dari mereka yang sudah  makan asam garam dalam dunia penerjemahan, kepada mereka yang masih  merangkak memasuki dunia penerjemahan. Contoh program kerja Komda Jabar  juga disampaikan sehingga dapat dijadikan sebagai referensi bagi  pelaksanaan pengembangan profesi penerjemah di Jawa Timur. Harapan dan  nasihat lain juga disampaikan dengan lugas penuh asah-asih-asuh, yang  kemudian memacu semangat Ketua terpilih Komda Jatim untuk segera  menjalankan tugasnya merangkul seluruh penerjemah senior di Jawa Timur  dan melakukan pembinaan terhadap anggota muda sehingga pengembangan  profesi penerjemah di Jawa Timur secara berkelanjutan dapat segera  diwujudkan.<\/p>\n<p>Selesai  istirahat shalat dan makan, acara diisi dengan hiburan lagu-lagu pop  yang dibawakan oleh grup band mahasiswa Universitas Malang. Acara  kemudian dilanjutkan dengan sesi keempat seminar, yakni sesi terakhir  yang diisi oleh Bapak Arif Subiyanto, penerjemah senior buku dan novel  yang juga merupakan Dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris, Universitas  Malang. Bapak Arif Subiyanto membawakan makalah yang berjudul <em>Kiat Menerjemahkan Tanpa Tersandera Naskah Asli<\/em>.  Dengan gaya yang khas, Bapak Arif Subiyanto memaparkan kiat-kiat  menerjemahkan yang harus dikuasai oleh penerjemah. Baik penerjemah  senior maupun penerjemah pemula. Tersandera naskah asli merupakan  kendala terbesar yang dihadapi para penerjemah. Kendala ini yang  kemudian diurai satu-per-satu yang kemudian mulai membuka wawasan para  peserta seminar. Alhasil, pertanyaan demi pertanyaan kemudian  bertubi-tubi diajukan oleh para mahasiswa, termasuk rekan Arfan Achyar,  anggota HPI dari Jakarta.<\/p>\n<p>Selain  mengikuti seminar dan pemilihan ketua Komda, para peserta juga bisa  berbelanja aneka cinderamata khas HPI seperti stiker dan payung cantik  serta buku <em>Tersesat Membawa Nikmat<\/em> dan <em>Menatah Makna <\/em>yang  diterbitkan oleh milis Bahtera. Banyak peserta yang membeli dua buku  bagus ini sekaligus. Jangan heran kalau mereka sangat berminat membeli  kedua buku ini, karena memang kedua buku ini merupakan kumpulan tulisan  dari para penerjemah anggota milis Bahtera yang mengungkapkan berbagai  pengalaman unik mereka sebagai penerjemah.<\/p>\n<p>Sampai acara berakhir, Sekretaris HPI masih kewalahan menanggapi  pertanyaan mengenai manfaat menjadi anggota HPI dan menerima permintaan  dari para mahasiswa untuk bergabung menjadi anggota HPI.<\/p>\n<p>Selamat kepada Mas Tarto! Selamat menjalankan tugas. Semoga HPI Jawa Timur dapat memberikan manfaat kepada seluruh anggotanya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Salam,<\/p>\n<p>D. Rahadi Notowidigdo<\/p>\n<p>Ketua Umum HPI<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong> <\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Pada hari Sabtu tanggal 29 Oktober yang baru lalu telah diresmikan pendirian HPI Komisariat Daerah Jawa Timur yang diselenggarakan bersamaan dengan Seminar Nasional, \u201cProfesi Penerjemah Masa Kini\u201d, suatu sinergi&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-196","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-acara"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.hpi.or.id\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/196","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.hpi.or.id\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.hpi.or.id\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hpi.or.id\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hpi.or.id\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=196"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.hpi.or.id\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/196\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.hpi.or.id\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=196"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hpi.or.id\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=196"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hpi.or.id\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=196"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}