{"id":363,"date":"2012-07-15T16:26:44","date_gmt":"2012-07-15T09:26:44","guid":{"rendered":"http:\/\/www.hpi.or.id\/?p=363"},"modified":"2012-07-15T16:26:44","modified_gmt":"2012-07-15T09:26:44","slug":"acuan-tarif-penerjemahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.hpi.or.id\/new\/acuan-tarif-penerjemahan\/","title":{"rendered":"Acuan Tarif Penerjemahan"},"content":{"rendered":"<p><strong><span style=\"text-decoration: underline;\">Acuan Tarif Penerjemahan<\/span><\/strong><\/p>\n<p>Kami bersyukur bahwa pemerintah Indonesia telah mengakui penerjemah sebagai jabatan fungsional dan selain itu juga menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan PMK No.78\/PMK.02 Tahun 2019 Tentang Perubahan Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2020 yang mengatur Satuan Biaya Penerjemahan dan Pengetikan (halaman 82 butir 5).<\/p>\n<p>Perincian biaya tersebut adalah sebagai berikut: (Cuplikan)<\/p>\n<table style=\"height: 335px;\" width=\"575\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\" width=\"42\">NO<\/td>\n<td style=\"text-align: center;\" width=\"467\">URAIAN<\/td>\n<td style=\"text-align: center;\" width=\"181\">SATUAN<\/td>\n<td style=\"text-align: center;\" width=\"95\">BESARAN<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>5<\/td>\n<td>5.1 Dari Bahasa Asing ke Bahasa Indonesia atau Sebaliknya<\/td>\n<td>&nbsp;<\/td>\n<td>&nbsp;<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>&nbsp;<\/td>\n<td>a. Bahasa Inggris<\/td>\n<td style=\"text-align: center;\">Halaman Jadi<\/td>\n<td>Rp250.000<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>&nbsp;<\/td>\n<td style=\"text-align: left;\">b. Bahasa Jepang<\/td>\n<td style=\"text-align: center;\">Halaman Jadi<\/td>\n<td>Rp400.000<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>&nbsp;<\/td>\n<td>c. Bahasa Mandarin<\/td>\n<td style=\"text-align: center;\">Halaman Jadi<\/td>\n<td>Rp410.000<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>&nbsp;<\/td>\n<td style=\"text-align: left;\">d. Bahasa Belanda<\/td>\n<td style=\"text-align: center;\">Halaman Jadi<\/td>\n<td>Rp450.000<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>&nbsp;<\/td>\n<td>e. Bahasa Prancis<\/td>\n<td style=\"text-align: center;\">Halaman Jadi<\/td>\n<td>Rp366.000<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>&nbsp;<\/td>\n<td>f. Bahasa Jerman<\/td>\n<td style=\"text-align: center;\">Halaman Jadi<\/td>\n<td>Rp414.000<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>&nbsp;<\/td>\n<td>g. Bahasa Asing Lainnya<\/td>\n<td style=\"text-align: center;\">Halaman Jadi<\/td>\n<td>Rp300.000<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>&nbsp;<\/td>\n<td style=\"text-align: left;\">5 .2 Dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Daerah\/Bahasa Lokal atau Sebaliknya<\/td>\n<td style=\"text-align: center;\">Halaman Jadi<\/td>\n<td>Rp174.000<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Peraturan selengkapnya dapat diunduh dari situs&nbsp;<a href=\"https:\/\/jdih.kemenkeu.go.id\/fullText\/2019\/78~PMK.02~2019Per.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Kementerian Keuangan<\/a> (file Pdf).<\/p>\n<p>Pada prinsipnya HPI mendukung tarif yang ditetapkan dalam PMK (Peraturan Menteri Keuangan), namun tidak melarang penerjemah untuk memberlakukan tarif yang berbeda karena pada akhirnya tarif yang diberlakukan adalah yang disepakati antara penerjemah dan pengguna jasa.<\/p>\n<p>Sebagaimana dapat dilihat di atas, PMK tersebut tidak membedakan antara tarif penerjemahan dari bahasa asing ke bahasa Indonesia dan dari bahasa Indonesia ke bahasa asing, meskipun kita tahu ada perbedaan dalam tingkat kesulitan. Selain itu, tarif PMK juga tidak memperhitungkan perbedaan tingkat kesulitan yang terkait dengan jenis naskah yang diterjemahkan.<\/p>\n<p>Dengan memperhatikan hal ini, penerjemah dapat mengenakan biaya tambahan, baik tambahan yang dimasukkan ke dalam tarif yang ditawarkan maupun sebagai biaya tambahan terpisah (<em>surcharge<\/em>).<\/p>\n<p>Contoh \u2018biaya tambahan\u2019 adalah biaya:<\/p>\n<ul>\n<li>penerjemahan dari bahasa ibu ke bahasa asing<\/li>\n<li>penerjemahan naskah teknik<\/li>\n<li>penerjemahan naskah kedokteran<\/li>\n<li>penerjemahan naskah hukum<\/li>\n<li>penerjemahan naskah bidang minyak dan gas<\/li>\n<li>penerjemahan oleh penerjemah bersumpah<\/li>\n<li>penerjemahan naskah berbentuk cetakan atau gambar (<em>DTP Surcharge<\/em>)<\/li>\n<li>penerjemahan dengan tenggat waktu yang sangat pendek (<em>rush order<\/em>)<\/li>\n<li>dan lain-lain.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong><span style=\"text-decoration: underline;\">Acuan Format Terjemahan Halaman Jadi<\/span><\/strong><\/p>\n<p>Mengingat PMK tersebut tidak mencantumkan format \u2018halaman jadi\u2019, kami merasa perlu memberikan rekomendasi format sebagai berikut:<\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td>Ukuran kertas<\/td>\n<td>:<\/td>\n<td>A4 (21 x 29,7 cm)<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Margin (atas, bawah, kiri, kanan)<\/td>\n<td>:<\/td>\n<td>2,5 cm<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Huruf<\/td>\n<td>:<\/td>\n<td>Arial<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Ukuran huruf<\/td>\n<td>:<\/td>\n<td>12 points<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Jarak antarbaris<\/td>\n<td>:<\/td>\n<td>Dobel<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Format di atas menghasilkan rata-rata <strong>225-250 kata<\/strong> bahasa Indonesia per halaman.<\/p>\n<p>Untuk lebih tepatnya, dapat juga menghitung jumlah halaman dengan melihat jumlah <strong>karakter dengan spasi<\/strong> di fitur &#8220;word count&#8221; di Ms. Word, dan membaginya dengan <strong>1.500<\/strong>.<\/p>\n<p><strong><span style=\"text-decoration: underline;\">Acuan Tarif Per Kata<\/span><\/strong><\/p>\n<p>Sebagaimana sangat lazim digunakan di dunia terjemahan internasional, meskipun ada pengecualian, tarif penerjemahan pada umumnya menggunakan tarif <strong>per kata bahasa sumber<\/strong>. Penggunaan cara perhitungan berdasarkan naskah bahasa sumber ini terutama memberikan&nbsp; dua manfaat penting jika dibandingkan dengan tarif per halaman, yakni:<\/p>\n<ul>\n<li>Sebelum pekerjaan dimulai, penerjemah dan pengguna jasa sudah mengetahui seluruh nilai pekerjaan; dalam hal tarif per halaman jadi, seluruh biaya baru dapat diketahui setelah pekerjaan selesai;<\/li>\n<li>Penerjemah tidak dapat dituduh menggunakan kata-kata yang tidak perlu dengan tujuan memperbanyak jumlah kata.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong><span style=\"text-decoration: underline;\">Acuan Tarif Penyuntingan<\/span><\/strong><\/p>\n<p>Penerjemah juga sering diminta untuk melakukan pekerjaan penyuntingan. Tarif yang lazim untuk jenis pekerjaan ini adalah sekitar 50% dari tarif penerjemahan dan dihitung berdasarkan naskah terjemahan.<\/p>\n<p><strong><span style=\"text-decoration: underline;\">Acuan Tarif Penerjemahan Buku<\/span><\/strong><\/p>\n<p>Perlu diingat bahwa tarif PMK di atas berlaku untuk penerjemahan <strong>nonbuku<\/strong>. Tarif yang berlaku dalam industri penerbitan&nbsp;menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan jika dibandingkan dengan tarif penerjemahan nonbuku. Tarif penerjemahan buku berkisar antara Rp8,5 dan Rp20per karakter atau bermula dari Rp10.000 per halaman jadi (untuk pasangan bahasa Inggris-Indonesia). Namun, sebagaimana telah disebutkan di atas, harga akhir ditentukan berdasarkan kesepakatan antara penerjemah dan pengguna jasa.<\/p>\n<p>Adapun untuk penerjemahan buku atau bagian dari buku untuk pihak selain penerbit buku berlaku acuan tarif penerjemahan umum\/nonbuku seperti disebutkan di atas.<\/p>\n<p>Demikian acuan tarif ini kami sampaikan agar dapat menjadi pedoman bagi para penerjemah dalam menentukan harga.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Jakarta, 18 Februari 2014<br \/>\nDiperbarui tanggal 11 Desember 2019<\/p>\n<p>Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Acuan Tarif Penerjemahan Kami bersyukur bahwa pemerintah Indonesia telah mengakui penerjemah sebagai jabatan fungsional dan selain itu juga menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan PMK No.78\/PMK.02 Tahun 2019 Tentang Perubahan Standar Biaya&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[19],"tags":[25,74,193],"class_list":["post-363","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-umum","tag-acuan","tag-hpi-himpunan-penerjemah-indonesia","tag-tarif-penerjemahan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.hpi.or.id\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/363","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.hpi.or.id\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.hpi.or.id\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hpi.or.id\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hpi.or.id\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=363"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.hpi.or.id\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/363\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.hpi.or.id\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=363"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hpi.or.id\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=363"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hpi.or.id\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=363"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}