Himpunan Penerjemah Indonesia
  • Beranda
  • Organisasi
    • Sejarah
    • Komisariat Daerah
      • HPI Komda Jabar
      • HPI Komda Jatim
      • HPI Komda Bali
      • HPI Komda DIY
      • HPI Komda Jateng
      • HPI Komda Kepri
      • HPI Komda Kalsel
      • HPI Komda Kaltimtara
      • HPI Komda Sulsel
      • HPI Komda Sumbagut
      • HPI Komda Sumbar
    • Pengurus
    • Mitra
    • Dasar Hukum
    • AD/ART
    • Laporan Tahunan
    • Kongres HPI
  • Berita & Cerita
    • Berita
    • Cerita
    • Nawala
    • Galeri
  • Kegiatan
    • Mendatang
    • Lampau
Himpunan Penerjemah Indonesia
  • Profesi
    • Kode Etik & Kode Perilaku
    • Acuan Tarif
    • Sertifikasi
      • Informasi TSN HPI
  • Anggota
    • Informasi
    • Pengajuan
    • Sihapei
  • Kontak
  • Beranda
  • Organisasi
    • Sejarah
    • Komisariat Daerah
      • HPI Komda Jabar
      • HPI Komda Jatim
      • HPI Komda Bali
      • HPI Komda DIY
      • HPI Komda Jateng
      • HPI Komda Kepri
      • HPI Komda Kalsel
      • HPI Komda Kaltimtara
      • HPI Komda Sulsel
      • HPI Komda Sumbagut
      • HPI Komda Sumbar
    • Pengurus
    • Mitra
    • Dasar Hukum
    • AD/ART
    • Laporan Tahunan
    • Kongres HPI
  • Berita & Cerita
    • Berita
    • Cerita
    • Nawala
    • Galeri
  • Kegiatan
    • Mendatang
    • Lampau
Himpunan Penerjemah Indonesia
  • Profesi
    • Kode Etik & Kode Perilaku
    • Acuan Tarif
    • Sertifikasi
      • Informasi TSN HPI
  • Anggota
    • Informasi
    • Pengajuan
    • Sihapei
  • Kontak
Cerita

Menyelisik Pentingnya Jejaring

by Dimas Anggara 12 Agustus 2021
written by Dimas Anggara

Tak bisa disangkal, jejaring merupakan salah satu faktor yang memampukan penerjemah dan juru bahasa profesional untuk membangun bisnis yang langgeng. Dalam artikel ini, temukan arti, dampak, dan tiga langkah praktis yang dapat Anda terapkan untuk mulai menjalin jejaring yang kuat dan punya potensi untuk meluas.

Jejaring adalah koneksi yang dibangun seseorang untuk menunjang aktivitas profesional, entah dalam membangun bisnis maupun pekerjaan. Oleh karena itu, tidak heran jika kemampuan membangun jaringan perlu dimiliki oleh setiap orang pada profesinya masing-masing, terlebih saat mengawali karier. Para penerjemah dan/atau juru bahasa pun tidak berbeda. Justru sebaliknya, sebagai profesi yang bertumpu pada jejaring klien yang luas untuk memastikan kesinambungan kerjanya, kemampuan berjejaring penerjemah dan/atau juru bahasa pemula sangat diperlukan.

Berjejaring tentunya memberikan dampak positif bagi para penerjemah dan/atau juru bahasa pemula. Jejaring yang kuat mampu memberikan efek riak bagi karier seorang pemula di bidang alih bahasa tersebut. Apa itu efek riak? Secara umum, efek riak adalah metafora abstrak yang menggambarkan bagaimana sebuah tindakan dapat bergema secara berkelanjutan dan meluas. Sederhananya, efek riak dapat dijelaskan seperti ini:

Ketika seseorang memberikan sapaan atau senyuman kepada kita, otomatis kita membalas senyuman atau sapaan tersebut. Intinya, segala hal baik akan dibalas dengan baik, begitu pun sebaliknya. Lalu, apa sih sebenarnya efek riak yang timbul dari jejaring yang kuat jika kita berprofesi sebagai penerjemah dan/atau juru bahasa?

Pertama, klien perlahan bertambah. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, kesinambungan bisnis penerjemah dan/atau alih bahasa bertumpu pada jejaring klien yang dimiliki. Dengan mempertahankan hasil dan kualitas pekerjaan yang dilakukan, makin banyak orang yang tentunya ingin menggunakan jasa kita sebagai penerjemah dan atau juru bahasa, meski kita masih berada di tingkat pemula.

Selanjutnya, efek riak dari jejaring yang kuat akan meningkatkan kredibilitas kita sebagai pekerja di bidang alih bahasa. Dengan hasil yang baik, ada kemungkinan klien yang saat ini bekerja sama dengan kita merekomendasikan jasa kita ke rekan atau koleganya. Hal ini tentunya sangat penting apalagi bagi orang yang baru memulai kariernya sebagai penerjemah dan/atau juru bahasa.

Jejaring yang kuat juga dapat membuka peluang baru dan memungkinkan kita membangun bisnis atau usaha di bidang yang kita geluti. Misalnya, sebagai penerjemah dan/atau juru bahasa pemula, kita berusaha membangun jejaring yang kuat dengan sesama penerjemah lepas atau aktif dalam komunitas juru bahasa. Jaringan seperti ini punya potensi untuk menjadi wadah terciptanya relasi bisnis tingkat lanjut, seperti membentuk agensi penerjemahan atau penjurubahasaan.

Perlu juga diingat bahwa efek riak yang timbul dari kuatnya jejaring ini tidak akan muncul dengan sendirinya. Membangun jejaring merupakan keterampilan yang perlu diasah, apalagi untuk penerjemah dan atau juru bahasa pemula. Oleh sebab itu, kemampuan dalam berjejaring untuk pemula dapat ditingkatkan dengan melakukan hal-hal sebagai berikut:

  • Mengalokasikan waktu untuk membangun jejaring

Bahkan di sela-sela kesibukan, kita perlu meluangkan waktu untuk membangun jejaring. Bertemu dengan banyak orang, baik itu dari latar belakang profesi yang sama atau sekadar bertemu teman-teman lama, bisa menambah luas jejaring yang dimiliki.

  • Membangun reputasi diri

Membangun reputasi itu perlu, terlebih jika kita baru terjun ke profesi ini. Temu-kenali keunikan Anda. Coba renungkan pertanyaan ini: Apa kekuatan yang membedakan Anda dari semua praktisi alih bahasa lainnya?

  • Menjaga eksistensi

Hadir dan ada, itu dua kata kuncinya di sini. Manfaatkan media sosial untuk menciptakan jenama pribadi Anda. Kelola konten media sosial Anda dengan baik, dan dengan tetap mengindahkan aturan komunikasi dan kerahasiaan yang diatur dalam Kode Etik profesi kita. Media sosial dapat kita daya gunakan untuk membangun komunikasi dengan banyak orang sehingga eksistensi kita sebagai penerjemah dan/atau juru bahasa bisa tercipta dan tetap terjaga.

Pada dasarnya, keberhasilan dalam berjejaring ditentukan oleh seberapa besar minat dan upaya kita. Memiliki jaringan yang luas dan kuat dapat menimbulkan efek riak yang nantinya berdampak positif bagi jenjang karier di masa depan. Oleh karena itu, saat memulai karier sebagai penerjemah atau juru bahasa pemula, kita perlu mempertimbangkan jejaring sebagai salah satu faktor kunci membangun jenjang karier yang lebih baik.

12 Agustus 2021 1 comment
0 FacebookTwitterPinterestLinkedinTumblrWhatsappTelegramLINEEmail
Cerita

Penerjemah, Klien, dan Rahasia

by Sarah Sungkar 12 Agustus 2021
written by Sarah Sungkar

Kerahasiaan adalah salah satu unsur terpenting Kode Etik profesi yang wajib dijunjung penerjemah dan juru bahasa dalam melakoni pekerjaannya. Baca tiga prinsip pokok yang perlu dipegang penerjemah dan juru bahasa dalam menjaga kerahasiaan di artikel ini.

Industri alih bahasa, seperti industri-industri lain, punya aturan, tata tertib, dan kode etik. Bahkan ada peran yang mensyaratkan sumpah khusus untuk menjalaninya.

Yang menarik dalam industri alih bahasa, penerjemah punya ‘hak istimewa’ untuk mengakses terlebih dahulu, misalnya, buku-buku bestseller atau resep menu masakan di restoran yang terkenal akan bumbu gurihnya atau film terbaru yang akan tayang di bioskop pada bulan-bulan mendatang. Singkatnya, dalam konteks ini, penerjemah mengetahui sesuatu yang memiliki nilai komersial dan belum diungkap ke hadapan konsumen.

Ada yang pernah bertanya-tanya seperti apa pertemuan tertutup para pemimpin negara? Apa yang mereka bahas? Atau apa persisnya isi rapat lembaga internasional? Atau, dalam skala yang lebih kecil, mungkin, rapat antara pimpinan perusahaan domestik dan asing?

Sebagian dari kita tahu bagaimana berjalannya diskusi, dialog, dan rapat semacam itu. Tahu persis apa saja yang dibahas dan bagaimana suatu keputusan memengaruhi nasib orang lain. Mereka ini adalah juru bahasa.

Dilansir dari sebuah blog di situs web Day Translations, karakteristik penerjemah dan juru bahasa yang baik setidaknya ada tiga: patuh terhadap prosedur dan aturan, berkomitmen, dan dapat dipercaya untuk menjaga rahasia dengan baik. Poin terakhir, yang akan dibahas kali ini, merupakan poin penting yang harus selalu diingat dan diterapkan setiap kali melakukan pekerjaan alih bahasa dan berlaku untuk setiap individu, baik itu penerjemah dan/atau juru bahasa senior maupun pemula.

Himpunan Penerjemah Indonesia telah menyusun serangkaian Kode Etik yang wajib dipatuhi oleh setiap anggotanya guna memelihara standar-standar tertinggi dalam melaksanakan layanan profesional di bidang penerjemahan dan penjurubahasaan. Kode etik terkait kerahasiaan tertuang dalam Janji Penerjemah bagian Sikap Penerjemah butir 6, yang berbunyi “Menjaga kerahasiaan informasi yang terkandung dalam materi yang diterjemahkan” dan dalam bagian Standar Kinerja Penerjemah butir 2a, yang berbunyi “Menjaga kepentingan klien dalam materi dan isi yang diterjemahkan sebagaimana penerjemah menjaga kepentingan diri sendiri”.

Memang jumlah penerjemah dan/atau juru bahasa yang terlibat dalam hal-hal besar seperti dicontohkan tadi tidak sebanyak mereka yang mengalihkan bahasa untuk keperluan-keperluan yang relatif lebih kecil. Namun, untuk menjaga kepercayaan klien, tidak perlulah tugas yang besar. Atas dasar ini, pengalih bahasa harus mengingat tiga prinsip dasar kerahasiaan setiap kali menjalani pekerjaannya. Tiga prinsip itu adalah:

  1. Klien adalah reputasi penerjemah dan/atau juru bahasa. Ketika klien puas dengan hasil kerja kita, tentu ia akan merekomendasikan kita kepada orang-orang di lingkaran pergaulannya. Kita akan direkomendasikan karena mampu bekerja dengan baik, santun, hasil kerjanya memuaskan, dan kerahasiaan data klien dijamin.
  2. Pahami posisi klien karena klien mengambil keputusan serius saat menggunakan jasa kita, terutama jika menyangkut rahasia perusahaan atau lembaga. Ibaratnya, kita memegang kunci yang seharusnya tersimpan di brankas.
  3. Tidak perlu ragu untuk meminta izin. Jika butuh portofolio, minta izinlah kepada klien sebelum menggunakan namanya atau cuplikan dokumen atau bukti kerja yang pernah dilakukan. Bila izin diberikan, jangan lupa untuk menyensor, mengganti, atau sekaligus menghapus hal atau informasi yang bersifat rahasia.

Menjaga rahasia itu penting karena, selain menyangkut tanggung jawab kita dalam sebuah hubungan kerja, ini juga bisa membuat jasa kita kembali digunakan. Jagalah rahasia dokumen, walaupun yang diterjemahkan hanya dokumen sederhana. Jangan menyebarluaskan muatan pekerjaan tanpa izin klien karena itu melanggar kode etik, merusak hubungan kita dengan klien, dan mencoreng nama baik diri dan profesi kita.

Klien adalah reputasi penerjemah dan/atau juru bahasa.

Bekerjalah dengan sepenuh hati karena rahasia klien adalah juga rahasia pengalih bahasa.

12 Agustus 2021 1 comment
0 FacebookTwitterPinterestLinkedinTumblrWhatsappTelegramLINEEmail
AcaraLapanta

Lapanta Webinar Penerjemahan Sastrawi dan Suara sang Pengarang

by Infotek HPI 16 Maret 2021
written by Infotek HPI