Himpunan Penerjemah Indonesia
  • Beranda
  • Organisasi
    • Sejarah
    • Komisariat Daerah
      • HPI Komda Jabar
      • HPI Komda Jatim
      • HPI Komda Bali
      • HPI Komda DIY
      • HPI Komda Jateng
      • HPI Komda Kepri
      • HPI Komda Kalsel
      • HPI Komda Kaltimtara
      • HPI Komda Sulsel
      • HPI Komda Sumbagut
      • HPI Komda Sumbar
    • Pengurus
    • Mitra
    • Dasar Hukum
    • AD/ART
    • Laporan Tahunan
    • Kongres HPI
  • Berita & Cerita
    • Berita
    • Cerita
    • Nawala
    • Galeri
  • Kegiatan
    • Mendatang
    • Lampau
Himpunan Penerjemah Indonesia
  • Profesi
    • Kode Etik & Kode Perilaku
    • Acuan Tarif
    • Sertifikasi
      • Informasi TSN HPI
  • Anggota
    • Informasi
    • Pengajuan
    • Sihapei
  • Kontak
  • Beranda
  • Organisasi
    • Sejarah
    • Komisariat Daerah
      • HPI Komda Jabar
      • HPI Komda Jatim
      • HPI Komda Bali
      • HPI Komda DIY
      • HPI Komda Jateng
      • HPI Komda Kepri
      • HPI Komda Kalsel
      • HPI Komda Kaltimtara
      • HPI Komda Sulsel
      • HPI Komda Sumbagut
      • HPI Komda Sumbar
    • Pengurus
    • Mitra
    • Dasar Hukum
    • AD/ART
    • Laporan Tahunan
    • Kongres HPI
  • Berita & Cerita
    • Berita
    • Cerita
    • Nawala
    • Galeri
  • Kegiatan
    • Mendatang
    • Lampau
Himpunan Penerjemah Indonesia
  • Profesi
    • Kode Etik & Kode Perilaku
    • Acuan Tarif
    • Sertifikasi
      • Informasi TSN HPI
  • Anggota
    • Informasi
    • Pengajuan
    • Sihapei
  • Kontak
Acara

Pelatihan Penerjemahan Dokumen Hukum Tingkat Dasar 2013

by Dina Begum 20 Februari 2013
written by Dina Begum

Pelatihan Penerjemahan Dokumen Hukum Tingkat Dasar

Khusus untuk anggota HPI

Rekan-rekan Anggota HPI yang baik,

Penerjemahan dokumen hukum merupakan salah satu bidang keahlian penerjemahan yang sangat menjanjikan sekaligus menuntut keahlian tertentu. Untuk membantu rekan-rekan mengembangkan keahlian dalam penerjemahan dokumen hukum, HPI menyelenggarakan Pelatihan Penerjemahan Dokumen Hukum Tingkat Dasar yang akan difasilitasi oleh Bapak Evand Halim. Pelatihan ini ditujukan bagi mereka yang ingin mengembangkan kemahiran dasar melakukan penerjemahan dokumen hukum.

Pelatihan akan diselenggarakan pada:

Hari, Tanggal : Minggu, 17 Maret 2013
Waktu : 08.00 – 17.00
Tempat : Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jl. Cikini Raya, Jakarta Pusat

Fasilitator:                Evand Halim M.Hum

Ahli Bahasa, Pakar Penerjemahan Teks Hukum, Pengajar Para Trainer, Penerjemah Bersumpah dan Anggota HPI

Investasi:                  HANYA UNTUK ANGGOTA HPI – Rp 500.000,-

Pendaftaran dapat dilakukan dengan menghubungi Sekretariat HPI atau mengirimkan surel ke sekretariat@hpi.or.id, sekaligus dengan mengirimkan bukti pembayaran Anda. Untuk memudahkan proses administrasi, saat melakukan pembayaran sertakan 3 digit terakhir nomor anggota HPI, misalnya Dita Wibisono – Rp. 100.230,-  (3 digit terakhir yakni 230, adalah nomor Anggota HPI DitaWibisono).

Silakan lakukan pembayaran melalui, dua rekening di bawah ini:

Bank Mandiri
Rekening No. 1030005150533
Atas Nama: Himpunan Penerjemah Indonesia

atau

BCA
Rekening No. 4361630071
Atas Nama Bendahara HPI: Nelce Manoppo

Mohon diperhatikan beberapa hal berikut:

  • Tempat pelatihan terbatas, peserta hanya akan dianggap terdaftar apabila telah melakukan pembayaran dan memberitahukan/menyerahkan bukti transfer kepada Sekretariat melalui surel: sekretariat@hpi.or.id,
  • Batas terakhir pendaftaran adalah hari Rabu, 14 Maret 2013. Apabila jumlah peserta telah terpenuhi sebelum tanggal tersebut, Panitia akan memberikan pengumuman penutupan pendaftaran.
  • Saat Pelatihan:
    Harap datang tepat waktu
    Membawa kamus ekabahasa (misalnya Oxford, Merriam-Webster)
    Membawa laptop, jika dirasa perlu, dengan baterai terisi dan perpanjangan kabel jika ada (kabel yang tersedia terbatas, akan sangat membantu jika Anda dapat membawa perpanjangan kabel sendiri)

Kami tunggu pendaftaran dan keikutsertaan Anda.

Salam,

DitaWibisono

20 Februari 2013 3 comments
0 FacebookTwitterPinterestLinkedinTumblrWhatsappTelegramLINEEmail
Media

HPI Dalam Media: Direktori Penerjemah

by Dina Begum 15 Februari 2013
written by Dina Begum

Indonesian Directory of Translators and Interpreters

15 Februari 2013 3 comments
0 FacebookTwitterPinterestLinkedinTumblrWhatsappTelegramLINEEmail
Lapanta

Laporan Pandangan Mata Temu HPI Komp@k Istimewa

by Dina Begum 11 Februari 2013
written by Dina Begum

Memperingati Hari Jadi HPI Ke-39:
“Sukses Membangun dan Beralih Karier Menjadi Penerjemah/Juru Bahasa: Bagaimana Tantangan dan Kiat Mengatasinya.”

 

Acara pertemuan Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI) pertama tahun 2013 diadakan pada tanggal 9 Februari 2013 di PDS HB Jassin, Jakarta. Selain sebagai syukuran hari jadi yang ke-39, acara diisi dengan gelar wicara (talk show)  “Sukses Membangun dan Beralih Karier Menjadi Penerjemah/Juru Bahasa: Bagaimana Tantangan dan Kiat Mengatasinya” dengan narasumber Bapak Wiyanto Suroso, Ibu Naindra Pramudita dan Ibu Claryssa Suci Fong, pengukuhan Penerjemah Bersertifikat HPI (HPI Certified Translator) dan peluncuran Direktori Penerjemah/Juru Bahasa Himpunan Penerjemah Indonesia dengan nama “Indonesian Directory of Translators and Interpreters”

Ketua HPI dengan para narasumber dan moderator.
Foto: Arfan Achyar

Ketiga narasumber gelar wicara memaparkan bagaimana pengalaman mereka sampai terjun ke dunia penerjemahan. Pak Wiyanto yang dahulu konsultan mengambil keputusan yang menurutnya berani yaitu menjadi penerjemah lepas purnawaktu. Pasalnya, saat Pak Wiyanto mengikuti Ujian Kemampuan Penerjemah (UKP) beberapa tahun silam, beliau terheran-heran mendapati para peserta ujian kebanyakan penerjemah lepas. Ternyata pekerjaan yang selama ini ditekuni sebagai bagian dari pekerjaannya sebagai konsultan itu bisa dijadikan sandaran hidup. Bukan hanya Pak Wiyanto yang tercengang seperti itu. Ibu Dita, begitu panggilan akrab Ibu Naindra Pramudita, juga mengalaminya. Setelah kiprahnya di BPPN berakhir, berkat temannya yang sudah 10 tahun menggeluti dunia penerjemahan Bu Dita mengenal dan kemudian menyelami profesi yang kian menjanjikan ini.

Pertama-tama yang disiapkan Bu Dita adalah Curriculum Vitae atau Resume. Rupanya, CV penerjemah tidak seperti CV karyawan. Sebagai ‘brosur’ jasa yang kita tawarkan, CV penerjemah harus semenarik mungkin tanpa terlihat terlalu bombastis.

CV boleh dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris, disesuaikan dengan calon klien. Selain itu, lampirkan juga contoh terjemahan yang kita buat. Dari forum tanya-jawab, diketahui bahwa pemberi kerja lebih menyukai melihat informasi yang spesifik, sesuai dengan keahlian yang dicarinya. Oleh karena itu, lumrah bila seseorang memiliki beberapa versi CV yang disesuaikan dengan calon pemberi kerja yang dituju. Bila sudah punya pengalaman, kita bisa juga mengelompokkannya—misalnya selain menerjemahkan novel juga menerjemahkan dokumen, atau penerjemah yang sekaligus penyunting atau juru bahasa, dll.—dan menaruh bidang yang sedang kita lamar di urutan paling atas, atau dipisahkan sama sekali.

Sesi tanya-jawab.
Foto: Arfan Achyar

Bagaimana bila belum punya pengalaman? Tidak usah berkecil hati, penerjemah bisa memasukkan informasi tentang minat terbesarnya pada bidang apa, untuk memperbesar peluang mendapatkan tempat di ceruk pasar yang dibidik.

Bagaimana dengan juru bahasa, samakah? Kata Ibu Claryssa Suci Fong, ketua HPI Komisariat Daerah (Komda) Provinsi DIY-Jateng yang datang jauh-jauh dari Yogyakarta, CV seorang juru bahasa tidak jauh berbeda dengan penerjemah, hanya saja penguasaan perangkat lunak tidak terlalu signifikan. Bahkan, dari pengalamannya, kebanyakan kliennya lebih memilih rekomendasi dari mulut ke telinga ketimbang CV. Ibu Claryssa menambahkan, kartu keanggotaan HPI (anggota penuh) menambah kredibilitas juru bahasa dan penerjemah. Di Bali, keanggotaan HPI diterima sebagai kredibilitas pemegangnya untuk menjadi juru bahasa di pengadilan. Dalam pemaparannya, baik Pak Wiyanto, Bu Dita maupun Bu Claryssa mengaku kesejahteraan mereka meningkat setelah menjadi anggota HPI.

Pada ulang tahunnya yang ke-39 ini, HPI mengukuhkan para anggotanya yang lulus Tes Sertifikasi Nasional (TSN). Dari sekian banyak peserta tes yang lulus, 17 orang hadir untuk menerima sertifikat kelulusan, termasuk Pak Eddie Notowidigdo, Ketua HPI, dan Pak Hendarto Setiadi, Ketua HPI periode 2007-2010.

Para Penerjemah Bersertifikat HPI (HPI-Certified Translators)
Foto: Arfan Achyar.

Setelah makan siang sambil dihibur oleh para penerjemah bersuara emas dengan diiringi organ, tibalah acara yang dinanti-nantikan yaitu peluncuran Direktori Penerjemah/Juru Bahasa Himpunan Penerjemah Indonesia, http://sihapei.hpi.or.id. Direktori online ini menampilkan nama-nama anggota penuh HPI berikut dengan bidang keahlian dan data diri yang memudahkan pihak calon pemberi kerja menghubungi penerjemah. Fitur-fitur dalam direktori ini dibuat sebagian besar berdasarkan pengalaman Bapak Eddie tentang informasi yang biasanya ingin diketahui oleh calon pemberi kerja. Setiap anggota penuh nanti akan mendapatkan surat elektronik pemberitahuan tentang bagaimana cara untuk mengakses direktori dan memperbarui data masing-masing.

Menurut Pak Eddie,

“…dengan adanya direktori ini para pengguna jasa di mana pun dapat dengan mudah mencari dan memilih penerjemah/juru bahasa HPI yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Selain itu, direktori ini merupakan layanan HPI kepada para anggotanya untuk meningkatkan kesejahteraan mereka dengan menyediakan pajanan (exposure) secara nasional dan internasional guna menjangkau pasar luar negeri dan meningkatkan kesempatan untuk memperoleh pekerjaan di dalam negeri.”

Pada kesempatan ini, Bapak Ivan Lanin yang memimpin tim Infotek HPI memperlihatkan tampilan layar laman-laman direktori dan menjelaskan fitur-fitur apa saja yang terdapat di dalamnya. Kontan para hadirin yang masih memenuhi ruangan acara menghujani Pak Eddie dan Pak Ivan dengan pertanyaan dan masukan. Direktori versi pertama ini akan siap dipakai publik pada bulan Maret 2013. Jika keanggotaan HPI saja membuat kesejahteraan para narasumber gelar wicara meningkat, bisa dibayangkan betapa besar dampak direktori ini terhadap penerjemah.

Kesan peserta yang datang untuk pertama kalinya ke acara pertemuan HPI:

“Untuk pemula seperti saya, pertemuan ini membuka dunia baru banget dan terkesan dengan kekompakan para pengurusnya, kekeluargaannya dan senior-seniornya yang enggak pelit bagi ilmu. Yang baru jadi merasa diakui, langsung nyaman. Pak Eddie itu baik banget ya. Saya menambahkan teman ke grup HPI, dan cerita tentang acara kemarin. Dia menjadi  interpreter sejak tahun 1989 di Sidoarjo, bisa bahasa Inggris, Italia, dan Jepang. Dia langsung berencana melengkapi syarat (referensi) untuk menjadi anggota HPI, dan ingin datang kalau ada acara lagi. Saya mau mendaftar jadi anggota muda karena ingin kerja dari rumah, tidak kuat menghadapi macetnya Ibu Kota.”

– Dedeh Handayani, orang yang sedang belajar menjadi penerjemah.

 

Dina Begum
HPI 01-10-0242

11 Februari 2013 3 comments
0 FacebookTwitterPinterestLinkedinTumblrWhatsappTelegramLINEEmail
Lapanta

Laporan Pandangan Mata: Pelatihan Dasar Trados 2007 di Yogyakarta

by Dina Begum 29 Januari 2013
written by Dina Begum

“PELATIHAN DASAR TRADOS 2007”

HPI KOMDA DIY-JATENG, 26 JANUARI 2013

Syukur Alhamdulillah, program pertama HPI Komda DIY-Jateng untuk tahun 2013, yaitu “Pelatihan Dasar Trados  2007” telah terlaksana pada hari Sabtu, 26 Januari 2013. Acara ini diselenggarakan di restoran Bumbu Desa, Yogyakarta, dengan mengundang Mas Ricky Widhi Purnomo sebagai pelatih. Panitia memilih Trados 2007 karena merupakan salah satu CAT Tool yang paling banyak diminati. Kuota peserta sebanyak 25 orang terisi penuh, walaupun ada tiga orang peserta yang tidak hadir.

Acara dimulai pukul 12.30 dengan pendaftaran ulang dan acara santap siang bersama. Sebelum memulai pelatihan, panitia dan peserta menikmati menu makan siang khas Sunda sambil beramahtamah. Senang rasanya mengetahui bahwa antusiasme atas pelatihan ini begitu tinggi. Beberapa peserta datang dari luar kota, seperti Ibu Rahmani Astuti dan Mbak Cita dari Solo, Mbak Sriati Sumowidagdo dari Purwokerto, bahkan ada pula peserta yang datang jauh-jauhdari Bali, yaitu Bapak Wayan Ana, seorang penerjemah sekaligus juru bahasa di Bali. Peserta pun berasal dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa yang baru belajar menerjemahkan hingga dosen, guru, maupun aktivis LSM yang ikut aktif dalam dunia penerjemahan. Ada pula seorang warga negara asing yang, meski sudah bisa mengoperasikan Trados, ikut datang mendampingi sang istri.

Sekitar pukul 13.00 peserta mulai menginstal Trados 2007 dibantu Mas Ricky dan Mas Helmy Ismail Sani. Terima kasih untuk Mas Wiwit Tabah Santoso yang sudah berbagi tautan untuk mengunduh master Trados 2007. Pelatihan dimulai pukul 13.15.Mas Ricky mulai menjelaskan tentang pemahaman dasar CAT Tool serta manfaatnya. Walaupun ada segelintir peserta yang sudah tahu tentang si ‘meong’ Trados, namun bagi sebagian besar peserta ini benar-benar pertama kalinya mereka mengenal CAT Tool. Setelah sekilas memberikan penjelasan, Mas Ricky melanjutkan dengan praktik menggunakan Trados dengan berkas MS Word dan Tag Editor. Sayangnya ada beberapa peserta yang tidak dapat menginstal Trados di laptop mereka. Hal ini mungkin disebabkan ada pengaturan di laptop mereka yang membuat Trados tidak dapat diinstal. Para peserta tersebut akhirnya berbagi laptop dengan peserta lain yang laptopnya sudah bisa diinstali Trados sambil mencatat instruksi pelatih. Selain berbicara di depan dan memberikan contoh, Mas Ricky dibantu Mas Helmy dengan sabar membimbing peserta dengan mendatangi mereka satu per satu bila ada kesulitan atau pertanyaan. Para peserta kelihatan bersemangat walaupun masih sedikit canggung mengutak-atik Trados.

Pelatihan berlangsung selama tiga jam hingga pukul 16.30. Karena keterbatasan waktu, pelatihan ini hanya baru mencakup pengetahuan dasar Trados. Peserta yang belum puas dan masih ingin tahu meminta agar panitia mengadakan pelatihan tingkat lanjut. Panitia pun langsung menyanggupi. Ternyata masih ada daftar tunggu peserta yang tidak memperoleh kuota dalam pelatihan kali ini. Ins ya Allah akan segera dilaksanakan Pelatihan Dasar Trados 2007 gelombang kedua. Jika ada peserta yang masih ingin bertanya dan praktik latihan menggunakan Trados 2007, jangan sungkan-sungkan untuk bertanya kepada kami, baik melalui forum Facebook HPI Komda DIY-Jateng maupun lewat surel pribadi. Terima kasih atas dukungan semua pihak. Kami mohon doa agar pelatihan berikutnya bisa segera dilaksanakan.

 

Dyah Catur Setianingsih

HPI 01-11-0380

 

29 Januari 2013 1 comment
0 FacebookTwitterPinterestLinkedinTumblrWhatsappTelegramLINEEmail
Acara

Undangan Temu Komp@k Istimewa

by Dina Begum 17 Januari 2013
written by Dina Begum

UNDANGAN TEMU KOMP@K ISTIMEWA MEMPERINGATI HARI JADI HPI

“SUKSES MEMBANGUN DAN BERALIH KARIER MENJADI PENERJEMAH/JURU BAHASA:
BAGAIMANA TANTANGAN DAN KIAT MENGATASINYA”

Sabtu, 9 Februari 2013

Rekan-rekan yang budiman,

Selamat berjumpa di tahun 2013. HPI mengawali kegiatannya di tahun 2013 dengan menyelenggarakan Temu Komp@k Istimewa dalam rangka Hari Jadi  HPI ke 39 dengan tema “Sukses Membangun dan Beralih Karier Menjadi Penerjemah/Juru Bahasa: Bagaimana Tantangan dan Kiat Mengatasinya”. Pada Temu Komp@k Isitimewa kali ini, HPI merasa inilah saatnya berbagi dengan mengundang narasumber yang berasal dari kalangan HPI untuk berbagi kiat dalam bagaimana memulai kiprah di dunia penerjemahan/kejurubahasaan, membuat CV yang dapat menampilkan kemampuan diri kita, meninggalkan karier untuk beralih menjadi penerjemah pemula dan sukses mengembangkan diri di dunia penerjemahan/kejurubahasaan. HPI mengundang seluruh anggota serta peminat bahasa/dunia peminat dunia penerjemahan dan kejurubahasaan untuk menghadiri acara ini, untuk membangun jejaring, berbagi pengalaman dan berpesta awal tahun.

Temu Komp@k ini akan diselenggarakan pada:

Hari, Tanggal : Sabtu, 9 Februari 2013
Waktu : 09.00 – 14.00
Tempat : Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jl. Cikini Raya, Jakarta Pusat

Acara:

Gelar Wicara “Sukses Membangun dan Beralih Karier Menjadi Penerjemah/Juru Bahasa: Bagaimana Tantangan dan Kiat Mengatasinya”

  • Bagaimana membuat CV yang menarik
  • Bagaimana membangun karier di dunia penerjemahan dan kejurubahasaan
  • Bagaimana beralih karier ke dunia penerjemahan dan kejurubahasaan

Peluncuran Direktori Penerjemah/Juru Bahasa Himpunan Penerjemah Indonesia

  • Penjelasan
  • Demo pengisian data anggota

Pengukuhan Penerjemah Bersertifikasi Nasional

  • Upacara pengukuhan
  • Penyerahan sertifikat
  • (catatan: mohon para penerjemah yang akan dikukuhkan mengenakan pakaian resmi (pria – jas/batik lengan panjang, wanita – pakaian nasional)

Perayaan Hari Jadi HPI ke 39

  • Potong tumpeng
  • Santap siang bersama
  • Organ tunggal

Narasumber:

  • Ibu Naindra Pramudita
  • Bapak Wiyanto Suroso
  • Ibu Claryssa Suci Fong

Tentang pendaftaran:

Biaya:

Rp 100.000 – untuk anggota HPI

Rp 125.000 – untuk non-HPI

Pendaftaran dapat dilakukan dengan menghubungi Sekretariat HPI atau mengirimkan surel ke sekretariat@hpi.or.id, sekaligus dengan mengirimkan bukti pembayaran Anda. Untuk memudahkan proses administrasi, seluruh anggota HPI dimohon untuk melakukan pembayaran dengan menyertakan 3 digit terakhir nomor anggota HPI, misalnya Dita Wibisono – Rp. 100.230,- (3 digit terakhir, 230, adalah nomor Anggota HPI Dita Wibisono).

Silakan lakukan pembayaran melalui, dua rekening di bawah ini:

Bank Mandiri
Rekening No. 1030005150533
Atas Nama: Himpunan Penerjemah Indonesia

atau

BCA
Rekening No. 4361630071
Atas Nama Bendahara HPI: Nelce Manoppo

Kami tunggu kehadiran Anda

Salam,

Dita Wibisono

17 Januari 2013 2 comments
0 FacebookTwitterPinterestLinkedinTumblrWhatsappTelegramLINEEmail
Acara

Pelatihan Dasar TRADOS 2007 di Yogyakarta

by Dina Begum 17 Januari 2013
written by Dina Begum

Salah satu keahlian yang sangat mendukung kinerja para penerjemah dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas terjemahan adalah kemampuan mengoperasikan Computer Aided Translation Tools alias CAT Tools atau dikenal juga di kalangan penerjemah sebagai si Meong atau Katul. Dengan semakin meningkatnya jumlah anggota HPI baik sebagai anggota penuh maupun anggota muda, maka HPI Komda DIY-Jateng bermaksud mengadakan pelatihan penggunaan CAT Tool dengan memanfaatkan Trados 2007 yang terutama ditujukan kepada mereka yang belum menguasai CAT Tool ini.

Mengingat wilayah DIY dan Jateng yang begitu luas, maka kami akan mengadakan pelatihan ini pada siang hari untuk mengakomodasi mereka yang tempat tinggalnya jauh dari tempat pelatihan. Berikut ini perincian acaranya:

Hari, Tanggal : Sabtu, 26 Januari 2013
Waktu : 12.30 – 16.30
Tempat : Bumbu Desa, Jalan Kartini no. 8, Sagan, Yogyakarta

Biaya (sudah termasuk makan siangdan sertifikat):

  • Rp70.000,- (anggota HPI)
  • Rp80.000,- (non-HPI)

Acara terbuka untuk anggota dan non-anggota HPI, serta untuk semua anggota Bahtera atau siapa saja yang berminat mengetahui dan mempelajari CAT Tool ini.

Yang perlu dibawa peserta: Laptop/notebook yang berisikan MS-Word 2003/2007 berikut charger dan kabel ekstensi kalau ada.

Jumlah peserta: maksimum 25 peserta

Untuk memudahkan panitia dalam memproses administrasi, seluruh anggota HPI dimohon untuk melakukan pembayaran dengan menyertakan 3 digit terakhir nomor anggota HPI, misalnya Claryssa Suci – Rp.70.204,- (3 digit terakhir, 204, adalah nomor Anggota HPI Claryssa Suci).


Mohon agar rekan-rekan mendaftarkan diri ke sandradewi.w@gmail.com: telepon 0815 690 3348 selambat-lambatnya tanggal 24 Januari 2013. Silakan melakukan pembayaran melalui rekening di bawah ini:

  • Bank BCA a.n. Sandra Dewi Wirawan, no. ac.: 250-170-6193
    atau
  • Bank Mandiri a.n. Suci Puspa Dewi, no. ac.: 137-00-0647343-9

Bagi yang sudah transfer harap melakukan konfirmasi.

Bagi anggota HPI yang akan mengambil kartu anggotanya, bisa diambil pada hari tersebut.

Terima kasih, kami tunggu kehadirannya di Yogyakarta.

 

Salam hangat,

HPI Komda DIY-Jateng

17 Januari 2013 1 comment
0 FacebookTwitterPinterestLinkedinTumblrWhatsappTelegramLINEEmail
Lapanta

Laporan Pandangan Mata Seminar & Lokakarya Penerjemahan

by Dina Begum 9 Januari 2013
written by Dina Begum

Universitas Galuh, Ciamis, 5 Januari 2013

Tahun 2013, kegiatan HPI Komda Jabar diawali dengan sebuah undangan untuk berseminar di “desa” (sesuai pengakuan Pak Guntoro, tuan rumah kami) Ciamis, Jawa Barat.

Awalnya, saya berjumpa dengan Pak Guntoro di Yogya dalam acara acara pembentukan HPI Komda DIY-Jateng. Pak Guntoro, yang ternyata adalah Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Galuh, Ciamis, sedang menempuh studi S-3 di UNS (Solo). Rupanya beliau salah satu peserta yang hadir berkat undangan sahabat saya, Rahmani Astuti. Pak Guntoro sangat tertarik dengan paparan seminar dalam acara pembentukan komda saat itu. Beliau menyatakan keinginannya untuk menyelenggarakan seminar serupa di kampusnya. Setelah lama menunggu, akhirnya kami sepakat untuk menyelenggarakan acara seminar ini pada hari Sabtu, 5 Januari 2013 kemarin.

Kami berempat (saya, Betty, Meita, dan Theo, keponakan saya yang mengemudikan mobil) berangkat dari Bandung sehari sebelumnya, sekitar pk. 16.30. Alamak, siapa yang menyangka, perjalanan yang seharusnya dapat ditempuh dalam tiga jam saja, kami tempuh dalam tujuh jam! Gara-gara tiga buah tronton kandas, patah as, di daerah Gentong (Tasik). Dan kami mengomeli fungsi jembatan timbang di sana yang tampaknya tidak efektif, bagaimana mungkin tronton yang kelebihan beban diloloskan begitu saja. Tiba di penginapan menjelang tengah malam, kami semua langsung “hilang”. Oh ya, Adhi menyusul berangkat dari Sumedang pada keesokan harinya.

Sekitar pukul 07.00 keesokan harinya, the “big” day, Pak Guntoro berkunjung menyapa kami di hotel, dan kami kemudian menyusul beliau ke kampus Unigal.

Kampus Universitas Galuh (Unigal) terletak sedikit di luar kota Ciamis. Tempatnya nyaman, di perbukitan. Seminar diselenggarakan di Auditorium kampus. Waktu kami tiba, sudah banyak mahasiswa yang hadir di sana, bersiap untuk mengikuti acara seminar.

Acara diawali dengan kata sambutan dan doa, kemudian secara resmi dibuka dengan pukulan gong oleh Dekan FKIP Unigal.

Presentasi pertama disampaikan oleh Pak Guntoro, yang menyajikan mengenai “Ideologi Penerjemahan”. Paparan beliau cukup menarik, padat dan ringkas.

“HPI : Apa dan Siapa” –yang merupakan perkenalan mengenai HPI- disajikan oleh Betty Sihombing, bu Bendahara kami. Saya bangga menyaksikan presentasi Betty, begitu mantap dan meyakinkan. Tak lupa juga kami singgung tentang dimuatnya berita akan diselenggarakannya seminar ini di PR berkat Mas Imam JP yang adalah Humas kami. Belakangan, dengan tabletnya, Meita menunjukkan publikasi tersebut ke Pak Guntoro.

Presentasi ketiga, saya sendiri yang menyampaikan, mewakili Pak Eddie yang batal hadir karena kedatangan singa mati raksasa…J Materi dari Pak Eddie adalah “Memasarkan Jasa Penerjemahan Lewat Internet.” Ketika CV saya dibacakan, di bagian belakang, para mahasiswa bersorak heboh mendengar bahwa saya lulusan sekolah cap gajah (ITB), dan bahwa saya memiliki sertifikat kompetensi bahasa Inggris dari Cambridge (padahal itu teh ujian lokal di Bandung saja, bukan di “sono”!). Serasa jadi selebriti deh…

Presentasi berikutnya disampaikan oleh Meita Lukitawati, sang wakil ketua. Namun sebelumnya, Meita membuat acara selingan, untuk mengurangi kebosanan atau kejenuhan peserta. Tetapi menurut pengakuan mereka, mereka sama sekali tidak bosan.

Meita menyampaikan materi “Penerjemah yang baik – harus ngapain?”. Paparan dibuka dengan candaan dari Mox Blog dan beberapa kutipan kata-kata bijak mengenai penerjemahan. Berikutnya disampaikan mengenai apa saja yang perlu dipahami untuk menjadi penerjemah yang baik, perangkat apa saja yang perlu dimiliki, serta kualitas apa saja yang perlu dipertahankan untuk “survive” sebagai penerjemah yang baik.

Keempat presentasi tadi diikuti dengan sesi tanya jawab singkat. Ada beberapa pertanyaan menarik di sana. Salah satunya ialah, bagaimana caranya untuk mengasah keterampilan penerjemahan bidang sastra? Hm, sesuatu yang tidak mudah, memang. Kami menekankan perlunya banyak membaca, membaca dan membaca. Saya kemukakan juga mengenai baru diselenggarakannya sebuah lokakarya penerjemahan sastra di Jakarta beberapa waktu silam, dan mungkin akan ada tindak lanjut berupa pembentukan pusat penerjemahan sastra. Pertanyaan lain yang menarik adalah, “Apakah HPI menyediakan tim penilai kualitas penerjemahan, bila misalnya sebuah agensi A memberi order terjemahan, katakan saja, manual alat kedokteran, kepada seorang penerjemah.” Saya kemukakan bahwa HPI tidak menyediakan tim penilai semacam itu. Penilaian kualitas pekerjaan seorang penerjemah sepenuhnya dinilai oleh pengguna akhir/klien atau agensi. HPI bukan agensi. Yang disediakan HPI adalah tim penilai kompetensi seorang penerjemah, dalam bentuk penyelenggaraan TSN.

Setelah rehat makan siang dan sholat, kami memasuki sesi pelatihan singkat mengenai cara menggunakan Wordfast Classic. Adhi Ramdhan menjadi pemandu pelatihan ini, dan secara singkat juga diajarkan mengenai menanam peranti lunak ini di laptop/netbook para mahasiswa serta bagaimana menggunakannya. Kami berjanji bahwa pada kesempatan berikutnya akan diberikan pelatihan yang lebih menyeluruh mengenai penggunaan Wordfast Classic.

Pak Guntoro menyatakan keinginannya juga untuk diadakan pelatihan untuk penerjemah pemula. Saya sampaikan bahwa kami akan mengusahakan, tentunya tidak dengan hadirin sedahsyat ini. Oh ya, saya lupa menyampaikan. Di awal seminar, ketua panitia Seminar, Indra, menyampaikan bahwa peserta yang terdaftar sebanyak 450 orang! Pada penutupan, disampaikan bahwa jumlah yang hadir saat itu 487 orang! Wow! Dan saya dengar dari salah seorang panitia, ini seminar terbesar yang pernah diselenggarakan oleh Unigal. Sebelum seminar dimulai, kami sempat berbincang dengan Pak Guntoro mengenai jumlah peserta didik untuk jurusan bahasa Inggris : 1000 orang!

Di akhir acara seminar, saya sempat bertanya kepada Pak Guntoro, “Bagaimana Pak, apakah cukup puas dengan seminar hari ini? Sekaligus saya minta maaf atas kekurangan-kekurangan kami.” Jawaban Pak Guntoro menjadi reward yang sangat berarti untuk saya, “Puas sekali!”

Di sanalah terasa perbedaannya antara “kota” dan “daerah”. Di daerah, orang begitu haus untuk mengikuti pendidikan tinggi, dan salah satu pilihan yang paling banyak diminati ternyata adalah bahasa Inggris (dalam hal ini, pendidikan Bahasa Inggris). Semoga penerjemahan juga bisa menjadi sumber pendapatan bagi mereka kelak.

Jadi, tetap semangat ya, teman2 di komda-komda lainnya! Masih banyak kerja kita, dan masih banyak yang menunggu informasi mengenai dunia yang membuat banyak di antara kita jadi “tersesat” namun nikmat ini…translation….our passion….

 

Padalarang, 7 Januari 2013

Lanny Irenewati Utoyo

 

 

*Singa mati (dead lion): pelesetan dari deadline atau tenggat.

 

9 Januari 2013 0 comment
0 FacebookTwitterPinterestLinkedinTumblrWhatsappTelegramLINEEmail
Acara

Undangan Temu HPI Komp@k Tutup Tahun

by Dina Begum 27 November 2012
written by Dina Begum

UNDANGAN TEMU HPI KOMP@K TUTUP TAHUN

2 Desember 2012

“Pelaporan Pajak untuk Penerjemah dan Laporan Kegiatan HPI Tahun 2012”

 

Rekan-rekan yang budiman,

Sebagai seorang penerjemah profesional, tentunya kita tidak terlepas dari kewajiban untuk melaporkan penghasilan kita kepada negara dengan melakukan pembayaran pajak setiap tahunnya. Akan tetapi, selama ini belum banyak penerjemah yang mengerti betul bagaimana cara melakukan pelaporan pajak ini. Untuk itu, jangan lewatkan kesempatan untuk berbicang-bincang langsung dengan narasumber mengenai seluk beluk pelaporan pajak penghasilan kita sebagai penerjemah sehingga kita dapat sepenuhnya memahami bahkan membuat sendiri pelaporan pajak dengan baik dan benar. Selain itu, sebagai penutup kegiatan HPI Tahun 2012, pada Komp@k Tutup Tahun ini, Pengurus HPI akan melaporkan secara singkat kegiatan selama tahun 2012 dan garis besar rencana kegiatan 2013.

Mari, luangkan waktu rekan-rekan semua untuk menghadiri Komp@k Tutup Tahun, Temu Komp@k yang terakhir kalinya pada tahun 2012 ini, yang akan diadakan pada:

Hari, Tanggal: Minggu, 2 Desember 2012
Waktu: pukul 09.00 – 14.00
Tempat: Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jl. Cikini Raya, Jakarta Pusat

Narasumber:            Konsultan Pajak dari MM Consulting

Acara:

  1. Pelaporan Pajak Penghasilan bagi Penerjemah
  2. Laporan Kegiatan 2012 dari Pengurus HPI
  3. Makan Siang dan Ramah Tamah

Untuk pendaftaran:

  • Hubungi Sekretariat HPI: telepon 021-71617397 atau surel: sekretariat@hpi.or.id
  • Melakukan pembayaran:
    o Anggota HPI Rp100.000,-
    o Non-HPI Rp125.000,-
  • Untuk memudahkan proses administrasi, mohon agar mencantumkan Nama dan Nomor Anggota HPI ketika melakukan pembayaran melalui Internet Banking atau melalui Mesin ATM Non-Tunai. Apabila pembayaran dilakukan melalui Mesin ATM Tunai, mohon agar 3 digit terakhir nomor anggota HPI disertakan dalam pembayaran, misalnya Naindra Pramudita – Rp. 100.230,- (3 digit terakhir, 230, adalah nomor Anggota HPI Naindra Pramudita).
  • Pembayaran dilakukan melalui:
    Bank Mandiri
    Rekening No. 1030005150533
    Atas Nama: Himpunan Penerjemah IndonesiaBCA
    Rekening No. 4361630071
    Atas Nama Bendahara HPI: Nelce Manoppo

Kami menunggu kehadiran rekan-rekan pada acara tersebut di atas.

Salam,

Dita Wibisono

Koordinator Kegiatan HPI
—
Sekretariat Himpunan Penerjemah Indonesia
T. +62-21-71617397 | F.+62-21-7654603

27 November 2012 1 comment
0 FacebookTwitterPinterestLinkedinTumblrWhatsappTelegramLINEEmail
Acara

Pelatihan Pengoperasian Trados 2011

by Dina Begum 29 Oktober 2012
written by Dina Begum

 

Rekan-rekan yang baik,

Salah satu keahlian yang dapat mendukung kinerja para penerjemah dalam upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas terjemahan, baik dari sisi proses maupun hasil terjemahannya, adalah kemampuan dalammengoperasikan Computer Aided Translation Tools alias CAT Tools. Selama ini, CAT Tools atau yang sering disebut dengan istilah si Meong oleh kalangan penerjemah telah terbukti membantu para penerjemah dalam proses melakukan penerjemahan yang jauh lebih efisien.

Kali ini HPI mengadakan pelatihan yang sudah dinanti-nantikan oleh banyak anggota HPI dan non-HPI yaitu “Pelatihan Pengoperasian Trados 2011”. Trados dikenal sebagai Cat Tools premium yang sering menjadi salah satu persyaratan bagi penerjemah untuk dapat merambah pasar penerjemahan mancanegara.

Pelatihan ini akan diselenggarakan pada 

Hari, Tanggal: Sabtu, 17 November 2012
Waktu: pukul 08.0 – 16.00
Tempat: Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jl. Cikini Raya, Jakarta Pusat

Fasilotator:

Bapak Arfan Achyar, Ibu Sofia Sari, Ibu Evina dan Bapak Budi Suryadi.

Sebagai CAT Tools premium dan juga mengingat sistem pengoperasian Trados yang cukup kompleks, maka demi kelancaran proses pelatihan dan untuk memastikan bahwa para peserta dapat merasakan manfaat program Trados 2011 ini semaksimal mungkin, maka mohon diperhatikan persyaratan berikut ini yang harus dipenuhi:

  1. Peserta harus sudah pernah mengikuti pelatihan atau pernah mengoperasikan program WordFast atau Trados 2007.
  2. Peserta harus membawa laptop (program tidak dapat dijalankan pada net book), modem, kabel ekstensi listrik, dan flashdisk. Mohon dicek apakah laptop Peserta memiliki spesifikasi berikut:Prosesor 1GHz minimum, RAM minimum 1GB (untuk WinXP atau Vista atau Win7 32bit) dan minimum 2GB untuk Win7 64Bit, serta tersedia ruang di harddisk minimal 3GB.
  3. Apabila peserta kesulitan mengetahui apakah laptop peserta memenuhi spesifikasi tersebut, mohon data spesifikasi laptop yang digunakan dalam bentuk potret layar (screenshot)  system property  dikirim melalui surel ke arfan.achyar[at]gmail.com. Rekan Arfan akan memastikan kompatibilitaslaptop dengan file Trados yang  akan diinstal.
  4. Setelah spesifikasi memadai untuk digunakan menjalankan aplikasi ini, maka peserta harus melaksanakan  instalasi modul sebelum acara Pelatihan. Untuk proses instalasi mohon masing-masing peserta berkoordinasi dengan Rekan Arfan Achyar.

Tempat sangat terbatas yakni untuk 40 orang pendaftar saja.


Setelah mendaftar, silakan menghubungi Rekan Arfan dengan alamat surel di atas untuk memastikan kompatibilitas dan mendapatkan informasi tentang cara menginstal program.


Tentang pendaftaran:  

Biaya:     Rp 350.000 – untuk anggota HPI

             Rp 400.000 – untuk non-HPI

Pendaftaran dapat dilakukan dengan menghubungi Sekretariat HPI atau mengirimkan surel kesekretariat@hpi.or.id, sekaligus dengan mengirimkan bukti pembayaran Anda. Untuk memudahkan proses administrasi, seluruh anggota HPI dimohon untuk melakukan pembayaran dengan menyertakan 3 digit terakhir nomor anggota HPI, misalnya Dita Wibisono – Rp. 350.230,- (3 digit terakhir, 230, adalah nomor Anggota HPI Dita Wibisono).

Silakan lakukan pembayaran melalui, dua rekening di bawah ini:

Bank Mandiri

Rekening No. 1030005150533

Atas Nama: Himpunan Penerjemah Indonesia

ATAU

BCA

Rekening No. 4361630071

Atas Nama Bendahara HPI: Nelce Manoppo

 

Jangan lewatkan kesempatan yang sangat berharga ini, daftarkan diri Anda segera. 

Salam,

 

Dita Wibisono
Koordinator Kegiatan

29 Oktober 2012 0 comment
0 FacebookTwitterPinterestLinkedinTumblrWhatsappTelegramLINEEmail
Lapanta

Lapanta “Mengupas Tuntas Tes Sertifikasi Nasional (TSN)”

by Dina Begum 21 Oktober 2012
written by Dina Begum

Lapanta Komp@k HPI Tentang Tes Sertifikasi Nasional (TSN)

PDS HB Jassin TIM, 20 Oktober 2012

 

Acara Komp@k HPI kali ini kembali menyedot banyak perhatian dari anggota dan non-anggota HPI. Jumlah pendaftar mendekati angka 100 sampai menjelang dimulainya acara. Tak pelak lagi, ini tentu karena tema yang disajikan Komp@k kali ini merupakan tema yang sangat ditunggu-tunggu, sangat bikin penasaran, dan sangat ingin diketahui oleh kebanyakan peserta.

Hadir sebagai pembicara adalah Ketua Komite Kompetensi dan Sertifikasi (KKS) Pak Hendarto Setiadi, Ketua Panitia Penyelenggara TSN Penerjemah Ibu Emma Nababan, dan Ketua Umum HPI Pak Eddie Notowidigdo.  Dimoderatori oleh Ibu Dita Wibisono, diskusi berlangsung hangat dan menarik.

Pak Hendarto menjelaskan bahwa TSN sebagai ujian kompetensi untuk penerjemah sudah diselenggarakan sejak 2 tahun yang lalu. Itu berarti, TSN yang akan diselenggarakan bulan November yang akan datang merupakan TSN yang ketiga kalinya. TSN sengaja diadakan untuk memenuhi kebutuhan akan program sertifikasi untuk penerjemah.

Boleh dibilang, penyelenggaraan TSN merupakan pengisi kekosongan setelah Ujian Kompetensi Penerjemah atau UKP tidak lagi diselenggarakan. UKP selama ini dinilai kurang maksimal dalam memberikan sertifikasi bagi penerjemah. Mengapa? Pertama, karena selama ini UKP hanya bisa diikuti oleh penerjemah yang mempunyai KTP DKI Jakarta.

Kedua, karena UKP diselenggarakan hanya untuk mereka yang ingin mendapat sertifikat sebagai penerjemah bersumpah, artinya hanya mereka yang menggeluti terjemahan bidang hukum saja dan yang ingin menjadi penerjemah bersumpah saja yang bisa mengikuti UKP dan memperoleh pengakuan sebagai penerjemah berkompetensi.

Dan ketiga, karena adanya kesalahpahaman di kalangan masyarakat umum bahwa penerjemah yang paling ahli, paling berkompetensi hanyalah penerjemah bersumpah. Padahal penerjemah bersumpah adalah mereka yang lulus sertifikasi terjemahan bidang hukum saja. Di sisi lain, sangat banyak materi terjemahan yang bukan bidang hukum dan karenanya tidak membutuhkan penerjemah bersumpah untuk mengerjakannya.  Nah, di sinilah terjadi konflik pemahaman: penerjemah bidang non-hukum yang berkompetensi jadi dianggap tidak kompeten bila tidak/belum mengikuti UKP dan tidak/belum memiliki sertifikat penerjemah bersumpah.

TSN didesain untuk menutup kekurangan tersebut. TSN tidak hanya diselenggarakan untuk penerjemah DKI. TSN juga tidak hanya untuk mengakomodir kebutuhan sertifikasi penerjemah bersumpah bidang hukum, tapi juga penerjemah bidang-bidang lainnya yang tidak memerlukan status bersumpah.

Selanjutnya Pak Hendarto menjelaskan proses persiapan yang dilakukan oleh pihaknya dalam mempersiapkan TSN pada awalnya. Mengumpulkan informasi mengenai program sertifikasi penerjemah yang diterapkan di negara lain adalah langkah mutlak. Dalam hal ini, Pak Hendarto yang pada saat itu menjabat selaku Ketua HPI,  memperoleh informasi dari berbagai asosiasi penerjemah di luar negeri, salah satunya adalah dari FIT/IFT (Fédération Internationale des Traducteurs  atau International Federation of Translators). Dari informasi yang dikumpulkan tersebut disimpulkan bahwa penyelenggara ujian sertifikasi biasanya dikakukan (1) universitas (biasanya bagi orang-orang), atau (2) negara/pemerintah (untuk keperluan memperoleh aspek legalitas), atau (3) organisasi profesi (untuk penerjemah berpengalaman yang membutuhkan pengakuan lebih lanjut akan kompetensinya).

Setelah informasi didapat dan disimpulkan, pengurus HPI  berkonsultasi ke Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan memperoleh informasi bahwa program sertifikasi tidak boleh diselenggarakan oleh asosiasi profesi langsung, melainkan harus oleh badan independen. Oleh karena itulah, Ketua HPI melalui Surat Keputusan Istimewa/01/01/Feb/2010 tertanggal 1 Februari 2010 memutuskan untuk mendirikian Komite Kempetensi dan Sertifikasi HPI (KKS) yang diketuai oleh Bapak Hendarto Setiadi sendiri.  Ketua KKS kemudian melalui Surat Keputusan KKS/01/01/Feb/2010 tanggal 1 Feb/2010 memutuskan mendirikan (a) Panitia TSN Penerjemah dan melalui Surat Keputusan KKS/02/01/Feb/2010 dengan tanggal yang sama mendirikain (b) Panitia TSN Juru Bahasa.

Secara tenis KKS ini mendapat mandat dan kewenangan dari HPI untuk menyelenggarakan Tes Sertikasi Nasional bagi anggota HPI.  Surat Keputusan Istimewa/01/01/Feb/2010 tersebut, menetapkan antara lain bahwa masa tugas KKS adalah 5 (lima) tahun sejak dibentuknya dan bahwa KKS  bertanggung jawab dan melapor kepada Ketua Himpinan Penerjemah Indonesia.

Selanjutnya Pak Hendarto menjelaskan bahwa TSN merupakan uji kompetensi bagi para penerjemah yang telah menjadi anggota penuh HPI, baik yang berdomisili di Jakarta maupun luar Jakarta, dan diadakan 2 kali dalam setahun. Pelaksanaan TSN di luar Jakarta dimungkinkan selama di daerah bersangkutan sudah ada Komisariat Daerah (Komda) HPI dan pihak Komda bersedia bekerja sama dalam penyelengaraan ujian tersebut.

Mengenai pasangan bahasa yang diuji, Pak Hendarto menjelaskan bahwa sampai saat ini, mereka masih memprioritaskan penyelenggaraan ujian untuk pasangan bahasa Inggris-Indonesia dan sebaliknya. Ujian untuk bahasa selain Inggris akan dilakukan apabila ada banyak peminat dari para anggota HPI. Penyelenggaraan ujian bisa ditunda jika jumlah minimum peserta (20 orang) tidak tercapai. Dan bila dana yang masuk tidak mencukupi untuk penyelenggaraan ujian, maka ujian tetap akan diselenggarakan dengan mengambil dana dari kas HPI.

Berikut adalah keterangan mengenai TSN yang saya salin dari lembar presentasi pembicara:

Materi yang diujikan:

1. Teks wajib (umum) yang terdiri atas 300 kata dengan waktu mengerjakan selama 1 jam

2. Teks pilihan (bidang teknologi, bisnis, sastra, sains, ilmu sosial, dan hukum) yang terdiri dari 600 kata dengan waktu mengerjakan 2,5 jam

3. Kode Etik yang merupakan soal esai dengan waktu mengerjakan 30 menit.

Persyaratan yang harus dipenuhi peserta selama ujian:

1. Tidak menggunakan laptop dan alat elektronik lain (termasuk kamus digital dan telepon genggam)

2. Mengerjakan ujian dengan  tulisan tangan

3. Boleh membawa kamus serta materi pendukung dalam bentuk cetak.

Sementara itu, kriteria penilaian ujian adalah sebagai berikut:
1. Pemahaman terhadap teks, akurasi, dan ragam bahasa yang digunakan
2. Tata bahasa dan susunan kalimat yang digunakan
3. Ejaan, tanda baca, nama, angka, tanggal, dan sebagainya
4. Kelengkapan teks yang diterjemahkan. Bila ada bagian-bagian dari teks sumber yang tidak diterjemahkan dan jumlah 5 (lima) persen atau lebih dari teks sumber, maka peserta dianggap gagal.

Mengenai tim penilai ujian:
1. Terdiri dari 3 orang tenaga ahli untuk masing-masing pasangan bahasa
2. Berprofesi sebagai akademisi dan/atau praktisi
3. Berkompeten dan berpengalaman
4. Bukan anggota KKS
5. Nama penilai atau penguji tidak diumumkan

Status kelulusan:

1. Yang diumumkan hanya status “lulus” dan “tidak lulus”, nilai ujian tidak diumumkan
2. Status kelulusan diumumkan melalui surel secara pribadi kepada peserta ujian paling lambat 6 minggu setelah penyelenggaraan ujian
3. Mereka yang lulus mendapat sertifikat dan kartu TSN yang berlaku selama 5 (lima)

4. Setelah 5 tahun, Kartu TSN dapat diperbaharui apabila peserta masih bekerja sebagai penerjemah dan masih menjadi anggota HPI aktif.

Selain itu dijelaskan pula bahwa lembar jawaban menjadi milik KKS dan tidak diadakan pembahasan mengenai hasil TSN. Peserta yang belum berhasil lulus, dipersilakan mengikuti ujian TSN berikutnya dengan mengikuti semua persyaratan (termasuk biaya administrasi) secara penuh.

Dan informasi terakhir yang paling penting adalah bahwa TSN Penerjemah berikutnya akan diselenggarakan pada hari Sabtu, tanggal 24 November pukul 08.00 – 13.00 WIB di PDS H.B. Jassin Taman Ismail Marzuki. Biaya ujian adalah 1 juta rupiah per peserta untuk satu pasangan bahasa. Pendaftaran dibuka sejak diadakannya Komp@k HPI tanggal 20 Oktober ini.

Akhirnya, diskusi ditutup dengan banyak pertanyaan dari peserta. Semua pertanyaan bernada antusias dan kritis dan dijawab secara bergantian oleh Pak Hendarto, Bu Emma dan Pak Eddie.

Seperti biasa, di setiap acara HPI, selalu ada kejutan. Begitu pula kali ini, ada kejutan untuk 3 orang anggota HPI yang berulang tahun di bulan Oktober, yaitu Ibu Sofia Mansoor, Ibu Dita Wibisono, dan Pak Adrian Prasetya. Cheesecake dan rainbow cake dikeluarkan yang disediakan oleh panitia Komp@k. Acara tiup lilin dan potong kue bersama yang meriah pun menutup acara HPI kali ini.

Sampai jumpa lagi di Komp@k HPI berikutnya!

 

Mila K. Kamil

 

21 Oktober 2012 9 comments
0 FacebookTwitterPinterestLinkedinTumblrWhatsappTelegramLINEEmail
Newer Posts
Older Posts

Pos-pos Terbaru

  • Teknologi dalam Penerjemahan
  • Penjurubahasaan
  • Memantik Langkah Praktik menjadi Penerjemah Teks Akademik
  • Kehangatan Silaturahmi dan Sinergi Baru di Halalbihalal HPI 2026
  • Dari Pemula menuju Profesional

Komentar Terbaru

  • Michael pada Rapat Umum Badan Pengurus & Anggota HPI Tengah Tahun 2025
  • Rekomendasi Jasa Sworn Translator di Bali 2025 pada Praktik Baik Bekerja sebagai Juru Bahasa
  • Beasiswa Full S2 dan S3 ke Australia | AAS 2025 - Penerjemah Tersumpah pada Sertifikasi
  • Jasa Translate Ijazah Sekolah Jakarta | Cukup dengan 6... pada Sertifikasi
  • Translate Every Word With Us! – FIB-UGM pada Acuan Tarif Penerjemahan
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Email

© 2020 Himpunan Penerjemah Indonesia

Himpunan Penerjemah Indonesia
  • Beranda
  • Organisasi
    • Sejarah
    • Komisariat Daerah
      • HPI Komda Jabar
      • HPI Komda Jatim
      • HPI Komda Bali
      • HPI Komda DIY
      • HPI Komda Jateng
      • HPI Komda Kepri
      • HPI Komda Kalsel
      • HPI Komda Kaltimtara
      • HPI Komda Sulsel
      • HPI Komda Sumbagut
      • HPI Komda Sumbar
    • Pengurus
    • Mitra
    • Dasar Hukum
    • AD/ART
    • Laporan Tahunan
    • Kongres HPI
  • Berita & Cerita
    • Berita
    • Cerita
    • Nawala
    • Galeri
  • Kegiatan
    • Mendatang
    • Lampau
Himpunan Penerjemah Indonesia
  • Profesi
    • Kode Etik & Kode Perilaku
    • Acuan Tarif
    • Sertifikasi
      • Informasi TSN HPI
  • Anggota
    • Informasi
    • Pengajuan
    • Sihapei
  • Kontak
© 2020 Himpunan Penerjemah Indonesia