Pelatihan Penyuntingan

Kemampuan yang baik dalam bahasa Indonesia tulisan adalah hal yang harus dimiliki penerjemah dengan bahasa kerja bahasa Indonesia. Meskipun bahasa Indonesia adalah bahasa ibu seorang penerjemah, terjemahannya seringkali harus disunting baik karena ketidaktaatan pada EYD dan kaidah bahasa Indonesia maupun untuk meningkatkan keterbacaan terjemahan tersebut. Untuk meningkatkan kemampuan  penerjemah dalam menyunting terjemahannya sendiri dan kemampuan dalam menyunting terjemahan orang lain, HPI akan menyelenggarakan pelatihan berjudul “Kiat Penyuntingan dalam Penerjemahan” pada:

Hari, Tanggal: Sabtu, 12 Oktober 2013
Waktu: 08.30 –  09.00 pendaftaran
09.00 – 17.00 WIB pelatihan
Tempat: Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin
Taman Ismail Marzuki
Jl. Cikini RayaNo. 73, Jakarta Pusat

Fasilitator: Imam  JP

  • Editor dan Jurnalis Senior
  • Kepala Pusat Data Redaksi Harian Pikiran Rakyat
  • Anggota Penuh HPI
  • Mahasiswa Pascasarjana Linguistik UPI

Investasi:
Rp350.000,- (Untuk anggota HPI)
Rp400.000,- (Untuk bukan anggota HPI)

Pendaftaran dapat dilakukan dengan menghubungi Sekretariat HPI di nomor telefon 021-71617397 atau mengirimkan surel ke sekretariat@hpi.or.id . Silakan lakukan pembayaran melalui transfer ke salah satu rekening bank di bawah ini:

Bank Mandiri
Rekening No. 1030005150533
Atas Nama: Himpunan Penerjemah Indonesia

atau

BCA
Rekening No. 4361630071
Atas Nama Bendahara HPI: Nelce Manoppo

Harap kirim bukti transfer melalui faksimile ke nomor 021-7654603 atau surel ke sekretariat@hpi.or.id . Untuk memudahkan proses administrasi, saat melakukan pembayaran, sertakan 3 digit terakhir nomor anggota HPI, misalnya Rp 350.115,- untuk Susan Kumaat, anggota HPI No. 01-06-0115.

Mohon perhatikan beberapa hal berikut:

  • Tempat pelatihan terbatas. Peserta hanya akan dianggap terdaftar apabila telah melakukan pembayaran dan memberitahukan/menyerahkan bukti transfer kepada Sekretariat melalui surel sekretariat@hpi.or.id .
  • Batas terakhir pendaftaran adalah hari Rabu, 9 Oktober 2013. Apabila jumlah peserta telah terpenuhi sebelum tanggal tersebut, Panitia akan mengumumkan penutupan pendaftaran.
  • Saat pelatihan, peserta diharapkan:
    o  datang tepat waktu
    o  membawa kamus (KBBI) atau referensi lain (tesaurus, buku penyuntingan, dll)
    o  membawa laptop, jika dirasa perlu, dengan baterai terisi dan perpanjangan kabel jika ada. Karena kabel yang tersedia terbatas, Panitia akan sangat terbantu jika peserta dapat membawa perpanjangan kabel sendiri.

Kami tunggu pendaftaran dan keikutsertaan Anda.

Salam,

Susan Kumaat
Bagian Kegiatan HPI
Anggota HPI No. 01-06-0115

 

Pesan dari Pak Imam JP

 

Pelatihan Penyuntingan Bahasa Terjemahan

Dalam penerjemahan, idealnya, proses mengalihkan (bukan proses pengalihan) bahasa berlangsung mulus, semulus pendaratan pesawat di landasan. Tak ada lagi jejak bahasa sumber pada bahasa sasaran. Untuk terjadinya pendaratan yang mulus itu, tidak hanya pesawatnya (penguasaan bahasa sumber) yang harus siap, tetapi juga landasannya (bahasa sasaran). Bila bahasa sumber sudah dikuasai, kini saatnya menyiapkan landasan (penguasaan bahasa sasaran) dengan sebaik-baiknya.

Sebagai bahasa sasaran dalam mayoritas penerjemahan, bahasa Indonesia sangatlah penting dan hendaknya dikuasai secara maksimal. Selama ini, mungkin saja bahasa Indonesia dipandang sebelah mata karena sudah menjadi bahasa pergaulan (lingua franca). Namun, sebenarnya, sebagai ilmu, bahasa Indonesia itu memiliki cakupan yang sangat luas, terlebih pada era yang terus berkembang kini. Penguasaan bahasa Indonesia juga akan memperlancar penerjemahan bahasa Indonesia (sebagai bahasa sumber) ke bahasa Inggris (bahasa sasaran), jadi bersifat bolak-balik, dua arah (vice versa), termasuk dalam penyuntingannya. Ketika kita tak tahu arti kata memeri, memerikan, atau pemerian, misalnya, kita akan sulit menerjemahkannya ke dalam bahasa Inggris. Begitu arti kata bahasa Indonesia formal itu kita ketahui, penerjemahan pun akan berlangsung lancar.

Teori penyuntingan akan juga dibahas. Namun, pada dasarnya, penyuntingan itu sangat identik dengan penguasaan bahasa. Tanpa penguasaan bahasa, penyuntingan tidak akan bisa dilakukan secara maksimal.

Perlu juga diungkap kekeliruan-kekeliruan berbahasa yang selama ini berlangsung tanpa disadari, misalnya penggunaan kata memenangkan dan memenangi secara tidak tepat, penggunaan preposisi, perbedaan penggunaan adalah-ialah, yakni-yaitu, ataupun bagaimana menghindari konjungsi ganda. Beberapa kata yang keliru pun masih sering digunakan, misalnya wirausahawan (berlebihan karena ada leksem wira dan wan sekaligus), wiraswastawan, relawan, pendonor, nominator, dikarenakan, pemberian, pembedaan hipnosis-hipnotis, bedanya setiap dan masing-masing, bedanya dll dan dsb, perlunya menghindari kemubaziran, dan lain-lain.

Pelatihan akan dilengkapi dengan penyuntingan terjemahan di lokasi dengan menggunakan laptop masing-masing. Akan diungkap pula proses filosofis terbentuknya kata sehingga kita bisa menggunakannya secara tepat, misalnya kata kepada itu berasal dari penggabungan ke+pada, jadi ada proses mengalihkan di dalamnya, berbeda dengan pada (berasal dari di+pada) yang cenderung lebih pasif. Kata dipada tidak digunakan karena kedua unsurnya dianggap memiliki makna yang sama atau senada. Banyak masalah kebahasaan lain yang insya Allah akan diungkap. Semoga bermanfaat.

Imam JP

 

Posted in:
About the Author

Dina Begum

Pengurus HPI Bidang Infotek

3 Comments