Himpunan Penerjemah Indonesia
  • Beranda
  • Organisasi
    • Sejarah
    • Komisariat Daerah
      • HPI Komda Jabar
      • HPI Komda Jatim
      • HPI Komda Bali
      • HPI Komda DIY
      • HPI Komda Jateng
      • HPI Komda Kepri
      • HPI Komda Kalsel
      • HPI Komda Kaltimtara
      • HPI Komda Sulsel
      • HPI Komda Sumbagut
      • HPI Komda Sumbar
    • Pengurus
    • Mitra
    • Dasar Hukum
    • AD/ART
    • Laporan Tahunan
    • Kongres HPI
  • Berita & Cerita
    • Berita
    • Cerita
    • Nawala
    • Galeri
  • Kegiatan
    • Mendatang
    • Lampau
Himpunan Penerjemah Indonesia
  • Profesi
    • Kode Etik & Kode Perilaku
    • Acuan Tarif
    • Sertifikasi
      • Informasi TSN HPI
  • Anggota
    • Informasi
    • Pengajuan
    • Sihapei
  • Kontak
  • Beranda
  • Organisasi
    • Sejarah
    • Komisariat Daerah
      • HPI Komda Jabar
      • HPI Komda Jatim
      • HPI Komda Bali
      • HPI Komda DIY
      • HPI Komda Jateng
      • HPI Komda Kepri
      • HPI Komda Kalsel
      • HPI Komda Kaltimtara
      • HPI Komda Sulsel
      • HPI Komda Sumbagut
      • HPI Komda Sumbar
    • Pengurus
    • Mitra
    • Dasar Hukum
    • AD/ART
    • Laporan Tahunan
    • Kongres HPI
  • Berita & Cerita
    • Berita
    • Cerita
    • Nawala
    • Galeri
  • Kegiatan
    • Mendatang
    • Lampau
Himpunan Penerjemah Indonesia
  • Profesi
    • Kode Etik & Kode Perilaku
    • Acuan Tarif
    • Sertifikasi
      • Informasi TSN HPI
  • Anggota
    • Informasi
    • Pengajuan
    • Sihapei
  • Kontak
BeritaKegiatanKomda JatimLampauWebinar

Cangkrukan Penerjemah

by Infotek HPI 27 Maret 2025
written by Infotek HPI

Cangkrukan Penerjemah

Webinar Kolaborasi HPI Pusat dan HPI Komda Jawa Timur

Webinar Kolaborasi HPI Pusat dan HPI Komda Jawa Timur bertajuk "Cangkrukan Penerjemah" diselenggarakan pada Sabtu, 22 Maret 2025, pukul 14.00-16.30 WIB di dalam ruang Zoom. Divisi Pengembangan Profesi HPI Pusat dan Komda Jatim menghadirkan Jonathan Bara (Mas Bara), Wakil Ketua HPI Komda DIY, Penerjemah Bersertifikat HPI, Project Manager Bersertifikat The Localization Institute, dan Lead Translator di agensi internasional, sebagai narasumber.

27 Maret 2025 0 comment
0 FacebookTwitterPinterestLinkedinTumblrWhatsappTelegramLINEEmail
BeritaLampauLapanta

Lapanta Rapat Kerja BP HPI Periode 2025-2027

by Infotek HPI 6 Maret 2025
written by Infotek HPI

Setelah dilantik dan ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Ketua Umum HPI Pusat tertanggal 1 Januari 2025, Badan Pengurus Himpunan Penerjemah Indonesia periode 2025-2027 melangsungkan Rapat Kerja pada Sabtu, 18 Januari 2025, mulai pukul 09.00 Waktu Indonesia Barat (WIB) di Hotel Sofyan Cikini, Jakarta Pusat, untuk penyusunan rencana kerja BP HPI untuk setahun pertama pada 2025.

Raker BP HPI periode 2025-2027 yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum HPI Indra Listyo tersebut dihadiri oleh 25 orang anggota BP, KKS, dan Dewan Pembina HPI secara hibrida (luring dan daring) dari beberapa kota di Indonesia.

Sebagai pembuka, kesempatan berbicara pertama diberikan kepada Wakil Ketua Umum HPI Bidang 2 Eki Qushay Akhwan yang membawahi Divisi Pengembangan Profesi, Divisi Hubungan Internal dan Divisi Hubungan Eksternal. Secara umum, Pak Eki menjabarkan program bidang yang diketuainya selama setahun ke depan.

Selanjutnya, sebagai bagian dari salah satu divisi di bawah koordinasi Pak Eki,  Ardian Wahyu  Setiawan (Kepala Divisi Pengembangan Profesi), secara daring dari Malang, mempresentasikan rencana kerja divisinya, yang antara lain Ruang Berbagi HPI, seminar dan webinar penerjemahan di tingkat perguruan tinggi serta temu penerjemah dan juru bahasa (daring). 

Ni Ketut Ayu Puspita Dewi (Kepala Divisi Hubungan Internal) adalah narasumber selanjutnya yang memaparkan (secara daring dari Bali) program konsolidasi serta roadshow ke HPI Komisariat Daerah di seluruh Indonesia untuk menjangkau, mengidentifikasi serta menjaring aspirasi para pengurus HPI Komda Daerah agar tidak ada lagi HPI Komda yang “mati suri” atau tidak aktif. 

Berikutnya adalah giliran Meita Lukitawati (Kepala Divisi Hubungan Eksternal) yang menjelaskan (secara daring dari Bandung) tentang program divisinya, antara lain memperluas jejaring HPI dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia, terutama memperbarui MOU (Memorandum of Understanding) atau Nota Kesepahaman dengan beberapa perguruan tinggi dalam bidang pelatihan penerjemahan. 

Dalam setiap sesi presentasi divisi, ada forum tanya jawab terkait program kerja yang dipaparkan yang terutama mempertajam tujuan dan sinkronisasi kegiatan yang serupa atau beririsan dengan program-program dari divisi-divisi lainnya.

Kesempatan pemaparan rancangan kerja selanjutnya diberikan kepada Wahyu Adi Putra Ginting (Wakil Ketua Umum HPI Bidang 1) yang membawahi Sekretaris Umum, Bendahara Umum, Divisi Komunikasi dan Tim Sekretariat (Lila Erliana dkk). 

Dalam pemaparannya, Mas Wahyu menjelaskan secara global tentang garis besar rencana kerja TIK (Teknologi Informasi & Komunikasi), tata usaha & tata kelola serta keuangan, Sekretaris Umum, Bendahara Umum, Tim Sekretariat, dan Divisi Komunikasi. Kemudian Lucia Aryani (Sekretaris Umum), Farah Riziani Rachmat (Bendahara Umum), dan Nursalam AR (Kepala Divisi Komunikasi) berturut-turut menjelaskan secara lebih terperinci program kerja yang menjadi tanggung jawab masing-masing. 

Dalam presentasinya, Nursalam dibantu Muhammad Ali Mahfudz Arwani (Wakil Kepala Divisi Komunikasi) yang turut hadir secara luring selain Mei Linda Xu yang hadir secara daring (karena bertugas di Sulawesi).

Di Divisi Komunikasi yang bertugas menyajikan konten bermutu bagi anggota HPI, mengampanyekan program kerja dan kegiatan HPI serta menyusun laporan tengah tahun dan akhir tahun BP HPI, misalnya, ada program postingan rutin tiap pekan tentang berbagai aspek bahasa dan penerjemahan (termasuk penjurubahasaan) di grup Facebook HPI dan grup WA (Whatsapp) komunitas HPI, termasuk pembuatan konten di media sosial dan situs web HPI serta konten eksklusif bagi para anggota HPI di Sihapei dan Nawala HPI. Program ini di luar rangkaian kampanye dan promosi kegiatan atau acara rutin HPI seperti Ruang Berbagi, rapat anggota HPI, dan HUT HPI.

Dalam setahun pertama pada 2025, Divisi Komunikasi dengan tagline (baris tera) “mengakar dan bertumbuh” akan fokus mengonsolidasikan medsos, grup WA, situs web HPI agar dapat lebih dekat dengan audiens (baca: anggota HPI) dan selanjutnya memperluas jangkauannya pada tahun-tahun berikutnya dalam periode kepengurusan BPI HPI (2025-2027), antara lain melalui wacana siniar (podcast) HPI di kanal Youtube HPI.

Dalam kesempatan itu juga Pak Indra sebagai Ketua Umum HPI juga mengusulkan kepada Divisi Komunikasi untuk membuat kaleidoskop kegiatan tahunan HPI, sumbangan artikel berbahasa asing (Inggris dan bahasa asing lainnya) untuk FIT Asia, digitalisasi Warta HPI zaman dahulu serta pengumpulan data sejarah HPI sejak awal pendirian HPI untuk proyek Buku Sejarah HPI selama periode kepengurusan BP HPI 2025-2027.

Seusai presentasi dan diskusi untuk rencana kerja Bidang 1, acara dilanjutkan dengan paparan rencana kerja Bidang 3 yang diampu oleh Gagat Bhumyantoro (Wakil Ketua Umum HPI Bidang 3). 

Pemaparan rencana kerja Bidang 3 yang meliputi Divisi Penyelenggaraan Acara (Hanif Rusli) dan Divisi Sponsorship (Marina Mary Marpaung) cukup singkat dan padat sehingga pemaparan tersebut berlangsung secara cepat namun tetap terasa menarik karena adanya selingan berbalas pantun antara Pak Gagat dan Mas Ali yang membuat suasana lebih cair dan hangat penuh gelak tawa.

Dalam presentasinya, Hanif Rusli (Kepala Divisi Penyelenggaraan Acara) memaparkan sederet rencana dan program kerja divisinya, antara lain program kopdar (kopi darat atau temu luring) penerjemah dan serangkaian acara rutin keorganisasian HPI seperti HUT HPI, Kongres Luar Biasa HPI dan Kongres HPI di akhir periode kepengurusan pada 2027. 

Penyelenggaraan kegiatan-kegiatan tersebut (luring dan daring) tentunya memerlukan sokongan pendanaan (sponsorship) yang langkah-langkah strategisnya juga turut dipaparkan Marina Mary Marpaung (Kepala Divisi Kesponsoran) seusai presentasi dan diskusi program Divisi Penyelenggaraan Acara. Dibahas juga peluang dan wacana penyusunan database (pangkalan data) para sponsor (penaja) dari kalangan selebritas dan pengusaha serta swasta.

Tak terasa waktu menunjukkan pukul 12.00 WIB yang merupakan waktu istirahat untuk rapat, dan sedianya jam rehat dijadwalkan hingga pukul 13.00 WIB, tetapi Mas Wahyu sebagai Wakil Ketua Bidang I meminta izin kepada forum untuk rapat kecil bersama divisi-divisi di Bidang 1 selama 30 menit setelah waktu istirahat selesai untuk membahas lebih detail terkait laporan keuangan dan permasalahan kesekretariatan. 

Alhasil, tepat pukul 13.30 WIB, para peserta Raker BP HPI sudah hadir kembali di ruang rapat baik secara luring maupun daring setelah rehat makan siang dan salat Zuhur. 

Selanjutnya giliran Komite Kompetensi dan Sertifikasi (KKS) TSN HPI yang diketuai Pak Sugeng Hariyanto (secara daring dari Malang) memaparkan rencana kerjanya, yang dibantu oleh Bu Inanti Diran sebagai anggota KKS yang hadir langsung di lokasi Raker di Hotel Sofyan Cikini. 

Ada beberapa hal yang menarik dalam paparan rencana kerja KKS: (1) rencana kerja sama dengan PPM (Persatuan Penterjemah Malaysia), asosiasi profesi penerjemah Malaysia, untuk mengadakan pelatihan dan ujian Tes Sertifikasi Nasional (TSN) dengan pasangan bahasa untuk Bahasa Melayu – Indonesia dan sebaliknya, (2) rencana studi banding dari PPM Malaysia ke HPI untuk penyelenggaraan TSN HPI, (3) rencana penyelenggaraan TSN Penjurubahasaan Kemasyarakatan (Community Interpreting),dan (4) rencana penyelenggaraan TSN Penjurubahasaan secara fisik di Bali, selain di Jakarta. 

Setelah selesai mendengarkan seluruh pemaparan dari masing-masing Bidang, dilaksanakan rapat pleno penutup. Dalam rapat pleno tersebut, Pak Indra sebagai ketua Umum HPI menyampaikan pesan agar seluruh kegiatan dapat diselaraskan dengan baik antara waktu kegiatan, penyebaran informasi kegiatan maupun pelaksanaan kegiatan. Hal ini sangat penting agar kegiatan yang dilaksanakan oleh HPI Pusat tidak berbenturan dengan kegiatan yang dilaksanakan oleh Komda. 

Dalam hal administrasi keanggotaan, beliau memutuskan bahwa ada batas waktu pembayaran iuran dan penerimaan anggota baru serta pencetakan kartu anggota baru bagi seluruh anggota yang merupakan implikasi dari hasil keputusan perubahan AD/ART dalam Kongres ke-14 HPI pada 30 November 2024 yang menetapkan nomenklatur “Anggota Muda” menjadi “Aspiran” dan tidak lagi memiliki kartu anggota dan “Anggota Penuh” menjadi “Anggota Profesional”.

Rapat pleno penutup yang berlangsung hingga pukul 17.00 WIB itu juga menyelaraskan dan mengesahkan seluruh rencana dan program kerja masing-masing Bidang sebagai program kerja BP HPI periode 2025-2027. 

Kritik, saran dan masukan serta analisis kritis yang muncul dalam diskusi sepanjang raker seharian penuh ini dicatat sebagai bahan pertimbangan menjelang persiapan dan pelaksanaan seluruh rancangan dan program kerja tersebut.

Si Ucup makan nasi di atas lori

Cukup sekian sampai di sini lapanta ini

6 Maret 2025 0 comment
1 FacebookTwitterPinterestLinkedinTumblrWhatsappTelegramLINEEmail
BeritaLampauRuang Berbagi HPI

Lapanta Ruang Berbagi HPI Januari 2025

by Infotek HPI 5 Maret 2025
written by Infotek HPI

Ruang Berbagi HPI, suatu acara berbagi ilmu dan wawasan khusus untuk anggota HPI yang telah ada sejak dua tahun sebelumnya, kembali hadir pada 2025!

Sesi perdana acara yang diampu Divisi Pengembangan Profesi HPI ini, pada 31 Januari 2025 (pukul 19-20 WIB), menghadirkan Bara Diska Putra Krisnanto alias Jonathan Bara sebagai narasumber dengan topik Pengelolaan Proyek Pelokalan (Localization Project Management) dalam webinar via Zoom Meeting berdurasi satu jam.

Bara, panggilan akrab Wakil Ketua HPI Komda DIY tersebut, adalah narasumber yang kompeten dan otoritatif karena ia Project Manager bersertifikat The Localization Institute dan juga Lead Translator pada salah satu agensi penerjemahan internasional, RWS Group. Proyek-proyek pelokalan juga sudah ditanganinya sejak masih berkarier sebagai penerjemah tetap purnawaktu (inhouse translator) pada salah satu agensi penerjemahan di Daerah Istimewa Yogyakarta selepas lulus dari Fakultas Sastra Inggris Universitas Sanatha Dharma.

Dalam sesi Jumat malam yang dihadiri sekitar 100 anggota Himpunan Penerjemah Indonesia dan dimoderatori Ardian Wahyu Setiawan (Kepala Divisi Pengembangan Profesi) tersebut, Bara mengawali paparannya tentang konsep dasar pelokalan yakni proses mengadaptasikan produk atau konten sesuai pasar sasaran yang mempertimbangkan faktor budaya, linguistik, dan teknis. 

Mengenai faktor budaya dalam pelokalan, ada aspek adaptasi teks, gambar dan media lainnya agar sesuai dengan target audiens. Sementara penerjemahan, pengelolaan terminologi atau istilah dan penjaminan mutu linguistik adalah bagian dari faktor pertimbangan linguistik. Di sisi lain, ada aspek teknis yang perlu memastikan kesesuaian atau kompatibilitas dengan standar yang ada, termasuk peranti lunak (software) dan perangkat keras (hardware).

Dibahas juga tentang internationalization dan hyperlocalization, yang banyak menggunakan slang (kata gaul) dan idiom lokal dan melibatkan pemahaman mendalam tentang dialek lokal dan preferensi regional. Juga mengenai kerangka kerja Capability Maturity Model (CMM) dan berbagai model pengelolaan proyek pelokalan (agile, waterfall dan hybrid).

Terkait perencanaan proyek pelokalan, ada urutan aktivitas utama yakni pendefinisian ruang lingkup, penetapan rencana detail (jadwal, anggaran, sumber daya dan asesmen risiko), komunikasi dengan klien, dan seleksi tim (pembentukan tim penerjemah, editor dan Project Manager). 

Dalam hal teknik pelokalan (localization engineering), harus diperhatikan beberapa aktivitas utama yakni kajian internasionalisasi (menganalisis berkas sumber untuk isu internasionalisasi), pengujian pelokalan peranti lunak (melakukan pengujian menyeluruh atas peranti lunak yang dilokalkan guna memastikan fungsionalitas dan kualitas), dan perangkat dan teknologi pelokalan. Dalam aspek terakhir inilah, pentingnya peranan pemanfaatan CAT (Computer-Assisted Translation) Tools (Trados, MemSource, Wordfast dll), sistem pengelolaan pelokalan (Localization Management System/LMS), dan teknologi terkait lainnya. Contoh-contoh teknologi terkait lainnya seperti Jira, Asana, Trello, Monday,com (Project Management Software) atau MemSource, Smartling, Phrase, LSP (LMS).

Jangan dilupakan juga aspek Quality Assurance (QA) atau penjaminan mutu, yang antara lain kajian linguistik secara saksama guna memastikan keakuratan, kefasihan dan ketepatan budaya (Linguistic QA), pengujian pada pengguna untuk memperoleh masukan tentang efektivitas produk yang dilokalkan (Usability Testing), dan pengujian peranti lunak yang dilokalkan agar seluruh fitur dan fungsionalitasnya bekerja sesuai yang diharapkan (Functional QA).

Aspek terakhir yang tidak boleh dilewatkan dalam Pengelolaan Proyek Pelokalan adalah Project Delivery & Support, berupa penyampaian produk atau konten sesuai jadwal dan spesifikasi yang disepakati (Deliverables), dukungan berkelanjutan untuk klien, termasuk menjawab pertanyaan atau mengatasi masalah atau isu pasca-penyampaian produk atau konten (Client Support), dan kajian pasca-proyek guna menganalisis kinerja proyek, mengidentifikasi bidang apa yang perlu ditingkatkan, dan mendokumentasikan hasil kajian (Project Retrospectives).

Dalam sesi ruang tanya jawab yang kian membara dengan banyaknya pertanyaan-pertanyaan peserta, Bara menyampaikan tentang faktor Unique Value Proposition (UVP), yang inti pokoknya berupa self-branding (penjenamaan diri) agar keberadaan kita bisa diidentifikasi atau dikenali klien atau calon klien atau pengguna jasa. Karena sekadar menyediakan jasa dengan cepat, akurat dan secara tepercaya itu bukan promosi self-branding, tapi suatu kewajiban seorang linguis atau penerjemah. Integritas dan kualitas penyampaian produk atau hasil kerja itu yang terutama, yang bahkan mengalahkan jam terbang atau pengalaman. Alhasil, dalam konteks ini, Quality Assurance menjadi hal wajib yang tidak bisa ditawar.

Elemen UVP berikutnya adalah find the right client dan win client’s heart, karena kita baru berharga di mata orang yang menghargai kita dan memenangkan hati klien tidak hanya sekadar melunasi kewajiban (selesaikan tugas dan serahkan), tapi juga melakukan pendekatan secara emosional dan psikologis agar klien merasa nyaman dengan sokongan kita pasca-proyek atau selepas rampungngnya pekerjaan.

Durasi Ruang Berbagi HPI yang hanya satu jam tentu saja tidak bisa menampung lebih banyak pertanyaan terkait materi pelokalan yang disampaikan narasumber. Alhasil, Jonathan Bara akan kembali tampil membawakan materi pelokalan, yang disebut extended version, dalam acara Webinar Bulanan HPI pada Sabtu, 8 Maret 2025 pukul 9-11 WIB.

5 Maret 2025 0 comment
0 FacebookTwitterPinterestLinkedinTumblrWhatsappTelegramLINEEmail
AcaraLampau

Perkenalan BP HPI 2025-2027

by Infotek HPI 12 Februari 2025
written by Infotek HPI

Perkenalan BP HPI 2025-2027

Perkenalan Badan Pengurus Himpunan Penerjemah Indonesia 2025-2027 diselenggarakan pada Jumat, 10 Januari 2025, pukul 19.00 WIB -- selesai di dalam ruang Zoom. Temu virtual ini merupakan kesempatan untuk mengenal lebih dekat para pengurus organisasi yang akan bekerja selama tiga tahun ke depan.

12 Februari 2025 0 comment
0 FacebookTwitterPinterestLinkedinTumblrWhatsappTelegramLINEEmail
LampauRuang Berbagi HPI

Pengelolaan Proyek Pelokalan

by Infotek HPI 5 Februari 2025
written by Infotek HPI

Ruang Berbagi HPI Januari 2025

Pengelolaan Proyek Pelokalan

Webinar Ruang Berbagi HPI Januari 2025 bertajuk "Pengelolaan Proyek Pelokalan" diselenggarakan pada Jumat, 31 Januari 2025, pukul 19.00 -- 20.00 WIB di dalam ruang Zoom. Divisi Pengembangan Profesi HPI Pusat menghadirkan Jonathan Bara, Penerjemah Bersertifikat HPI, Project Manager Bersertifikat The Localization Institute, Lead Translator di Agensi Internasional, Wakil Ketua HPI Komda DIY, sebagai pembicara. Ruang Berbagi HPI ini diadakan secara daring, khusus untuk anggota aktif HPI hingga 2025.

5 Februari 2025 0 comment
0 FacebookTwitterPinterestLinkedinTumblrWhatsappTelegramLINEEmail
BeritaLampauLapanta

Lapanta Sesi Perkenalan BP HPI 2025-2027

by Infotek HPI 16 Januari 2025
written by Infotek HPI

Lapanta Sesi Perkenalan BP HPI 2025-2027

Oleh: Divisi Komunikasi

Sebagaimana diumumkan via milis HPI Notice dan grup Facebook HPI, hajatan HPI kali ini tepat dimulai pada pukul 19.00 Waktu Indonesia Barat (WIB), Jumat, 10 Januari 2025 di platform Zoom Meeting. Memang waktunya cukup malam bagi rekan-rekan HPI yang berada di zona Waktu Indonesia Tengah (WITA) dan Waktu Indonesia Timur (WIT), tapi tidak mengurangi antusiasme sekitar 100-an anggota HPI yang menghadiri Sesi Perkenalan Badan Pengurus HPI periode 2025-2027 selama satu setengah jam tersebut.

Acara daring ini dibuka oleh Lucia Aryani dan dilanjutkan dengan sambutan singkat oleh Indra Listyo selaku ketua umum Himpunan Penerjemah Indonesia yang terpilih kembali pada Kongres ke-14 HPI pada 30 November 2024 di gedung Badan Bahasa, Jakarta. Periode 2025-2027 ini merupakan periode kedua masa jabatan Indra Listyo yang sebelumnya adalah ketua umum HPI petahana pada periode 2020-2024.

Selanjutnya Indra Listyo memperkenalkan satu per satu anggota Badan Pengurus Harian HPI, yang berasal dari 10 (sepuluh) kota yang berbeda di seluruh Indonesia, yang akan membantu beliau pada periode 2025-2027 berdasarkan Surat Keputusan Ketua Umum HPI Nomor: HPI-00/0001.1/I/2025 tertanggal 1 Januari 2025.

Perkenalan para pengurus di menit-menit awal dimulai dari Lucia Aryani yang menjabat sebagai Sekretaris Umum, Farah Riziani Rachmat (Bendahara Umum), dan Wahyu Adi Putra Ginting (Wakil Ketua Bidang 1), yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua Umum pada periode 2020-2024.

Dalam kabinet Indra Listyo jilid 2 ini, ada beberapa perubahan yang mencolok, seperti posisi Wakil Ketua Umum yang sebelumnya dijabat satu orang kini ditunjuk tiga orang pengurus yang berbagi tugas sebagai wakil ketua Bidang 1, 2, dan 3. Dibandingkan kabinet periode sebelumnya, struktur kepengurusan juga lebih ramping.

Di bawah kepemimpinan Wakil Ketua Bidang 1 yang membidangi TIK (Teknologi Informasi & Komunikasi), tata usaha & tata kelola serta keuangan, ada Sekretaris Umum, Bendahara Umum, Tim Sekretariat (Lila Erliana, dkk.), dan Divisi Komunikasi (Nursalam AR, Mohammad Ali Mahfudz Arwani, dan Mei Linda Xu).

Divisi Komunikasi, yang pada periode sebelumnya dikenal dengan nomenklatur Divisi Infotek (Informasi dan Teknologi) yang dikepalai oleh Ivan Lanin, mengemban amanat antara lain menyajikan informasi dan konten bermanfaat bagi para anggota HPI melalui pelbagai sarana media komunikasi resmi HPI seperti media sosial HPI dan Nawala HPI.

Sementara Wakil Ketua Bidang 2 (Eki Qushay Akwan) membawahi Divisi Pengembangan Profesi (Ardian Wahyu Setiawan, Ira Susana, Wiwit Tabah Santoso, dan Nadia Hanayeen), Divisi Hubungan Internal (Ni Ketut Ayu Puspita Dewi) dan Divisi Hubungan Eksternal (Meita Lukitawati dan Mila Kartina Kamil).

Nantinya Divisi Hubungan Internal bertugas memperluas jejaring HPI Komisariat Daerah (Komda) sekaligus merawat barisan HPI Komda yang telah ada dengan banyak dialog internal dan silaturahmi antara BP HPI dan para pengurus Komda. Sementara itu, Divisi Hubungan Eksternal akan membina dan memperluas hubungan kerja sama HPI dengan berbagai mitra eksternal, di antaranya mitra bidang pendidikan, mitra swasta terdaftar, badan pemerintah, asosiasi profesi lain, dan pemangku kepentingan lainnya.

Terkait masa jabatan kepengurusan HPI Komda, berdasarkan jawaban dari Ketua Umum HPI untuk pertanyaan Dina Rafidiyah (ketua HPI Komda Kalsel) dalam sesi tanya jawab, masa jabatan kepengurusan HPI Komda akan berdasarkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebelumnya di tiap Komda, dan bukan berdasarkan perubahan masa kepengurusan kabinet BP HPI periode 2025-2027.

Untuk posisi Wakil Ketua Bidang 3 dijabat oleh Gagat Bhumyantoro, yang membawahi Divisi Penyelenggaraan Acara yang dikepalai oleh Hanif Rusli dan beranggotakan Marina Mary Marpaung. Saat ini agenda kerja terdekat divisi ini adalah persiapan acara Hari Ulang Tahun ke-51 HPI pada bulan Februari 2025.

Sebetulnya ada satu lagi divisi di bawah koordinasi Wakil Ketua Bidang 3 yakni Divisi Sponsorship (Penajaan), yang saat ini masih memerlukan sumbangsih dari rekan-rekan HPI yang bersedia menjadi relawan pengurus BP HPI.

Terkait struktur Dewan Pengawas sesuai amanat Kongres ke-14 HPI, menurut Indra Listyo, akan dipilih dan diangkat berdasarkan Kongres Luar Biasa (KLB) HPI yang akan diselenggarakan secara daring (online) pada waktu yang akan ditentukan kemudian.

Selain semua jabatan pengurus tersebut di atas, masih ada beberapa jabatan lagi yang turut diperkenalkan yakni Dewan Pembina (diketuai Hendarto Setiadi dan beranggotakan Rahayu Surtiati, Sofia Mansoor, Djoko Rahadi Notowidigdo, Hananto P. Sudharto) dan Komite Kompetensi dan Sertifikasi (diketuai Sugeng Hariyanto dan beranggotakan Inanti Pinintakasih Diran dan Evandinata Halim).

Jangan dilupakan juga Tim Sekretariat yang dikepalai oleh Lila Erliana Kolloh, staf purnawaktu senior yang membantu HPI sejak 2010 di era kepengurusan Pak Eddie (Djoko Rahadi Notowidigdo).

Rasanya hampir tidak ada anggota HPI aktif, yang rajin bayar iuran dan sering berkomunikasi dengan Sekretariat HPI, yang tidak mengenal Mbak Lila baik via korespondensi surel atau lewat pertemuan fisik di acara luring (offline) HPI. Bahkan, secara berseloroh, Mbak Lila menyebut dirinya sebagai “yang punya HPI” di awal perkenalan.

Dalam struktur Tim Sekretariat di bawah komando Mbak Lila, ada Staf Sekretariat (Gracia Dwita dan Dimas Maulana Putra Suryana) dan Staf Komunikasi (Pranasti Kusuma Pertiwi Nusantoro dan Jessica Claudia Setyadi).
Jika ingin lihat struktur kepengurusan BP HPI periode 2025-2027 secara lengkap, tersedia tautannya di https://www.hpi.or.id/pengurus.

Sesi Tanya Jawab

Dalam sesi tanya jawab setelah acara perkenalan BP HPI periode 2025-2027, ada pertanyaan menggelitik dari Ibnu Barisha, seorang penerjemah muda yang penyandang disabilitas, sebagai penanya pertama, “Bisakah acara luring HPI selanjutnya diadakan di tempat yang ramah difabel?”

Menurut Ibnu, sebetulnya ia berniat hadir pada acara Kongres ke-14 HPI pada November 2024 karena ingin juga bertemu secara fisik dengan rekan-rekan HPI, tidak hanya melulu melalui medsos HPI atau grup Whatsapp (WA) HPI. Sayangnya gedung Badan Bahasa, sebagai tempat Kongreks ke-14 HPI, tidak cukup ramah difabel karena tidak ada fasilitas lift atau rampa (ramp) yang mudah diakses para penyandang disabilitas seperti dirinya yang berkursi roda.

Memang bukan soal berapa banyak anggota yang memerlukan fasilitas tersebut tapi seberapa besar kepedulian HPI atas aspirasi para anggotanya. Itulah yang tercermin dari respons Gagat Bhumyantoro (Wakil Ketua Bidang 3) atas pertanyaan Ibnu.

Divisi Penyelenggaraan Acara, yang berada di bawah koordinasi Wakil Ketua Bidang 3, sendiri telah sejak beberapa pekan lalu memulai survei gedung-gedung pertemuan yang ramah difabel di Jakarta untuk tempat penyelenggaraan acara HUT ke-51 HPI.

Dalam konteks kepedulian itu jugalah Pak Indra Listyo menyampaikan akan ada banyak terobosan terkait kegiatan HPI Komda yang diakomodasi oleh Divisi Hubungan Internal dan Divisi Hubungan Eksternal (di bawah koordinasi Wakil Ketua Bidang 2) agar tidak ada Komisariat Daerah yang mati suri dan agar lebih banyak kegiatan-kegiatan Komda yang lebih bermanfaat bagi para anggotanya.

Pertanyaan menarik lainnya adalah dari Alvino Timothy (HPI Komda Bali) tentang kemungkinan pelaksanaan Tes Sertifikasi Nasional (TSN) HPI diselenggarakan secara fisik di Bali.

Menurut Bu Inanti (anggota Komite Kompetensi dan Sertifikasi), KKS sebagai penyelenggara TSN HPI menampung usulan tersebut dan akan mengkaji kemungkinan dibukanya tambahan tempat penyelenggaraan TSN secara fisik selain di Jakarta dan Malang (Jatim), sebagaimana yang selama ini biasa dilakukan.

Sesi tanya jawab ditutup dengan manis dengan apresiasi dari Bhisma (HPI Komda Bali) tentang hasil kerja kepengurusan BP HPI selama ini yang dinilai cukup luar biasa, seperti kecanggihan Sihapei (yang sudah bisa memproses pembayaran iuran tahunan via Virtual Account dan e-wallet), newsletter HPI, Ruang Berbagi dan berbagai acara luring dan daring HPI.

Sebagai penutup, sebelum sesi foto bersama, sekaligus merespons apresiasi Bli Bhisma, Pak Indra menekankan tentang semangat kebersamaan dan peran aktif seluruh rekan HPI yang telah memungkinkan terwujudnya seluruh pencapaian tersebut, yang diharapkan semangat dan peran aktif tersebut akan terus ada untuk periode kepengurusan selanjutnya.

“If everyone is moving forward together, then success takes care of itself.” (Henry Ford)

Galeri Acara

16 Januari 2025 0 comment
1 FacebookTwitterPinterestLinkedinTumblrWhatsappTelegramLINEEmail
BeritaLampauLapantaTes Sertifikasi Nasional HPI

Lapanta Penyerahan Sertifikat TSN HPI 2024

by Infotek HPI 18 Desember 2024
written by Infotek HPI

Penyerahan Sertifikat TSN HPI 2024

Pada hari Sabtu, 30 November 2024, HPI menggelar upacara penyerahan sertifikat kepada lulusan TSN HPI 2024 untuk penerjemah, editor terjemahan, dan juru bahasa, serangkai dengan acara Kongres Ke-14 HPI di Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Jakarta.

Sebagai pembuka sesi penyerahan sertifikat ini, Rochayah Machali, Ketua Komite Kompetensi dan Sertifikasi (KKS) HPI 2020-2024, memberikan sambutannya. Beliau menyampaikan bahwa TSN HPI telah melalui perjalanan yang sangat panjang. Tes ini merupakan buah pikir dan penggodokan yang matang oleh para penerjemah, editor, serta juru bahasa profesional Indonesia. Berangkat dari kemampuan profesional dengan penelitian bertahun-tahun, TSN HPI dapat memiliki standar yang setara dengan standar internasional. Machali berharap TSN HPI dapat terus berkembang dan maju ke depannya.

Dari 59 orang lulusan dengan kategori penerjemah umum dan hukum, editor terjemahan, dan juru bahasa, 35 orang di antaranya menghadiri upacara penyerahan sertifikat ini secara luring. Tim KKS menyerahkan sertifikat TSN HPI kepada tiap-tiap lulusan. Setelah menerima sertifikat, para lulusan berfoto bersama Ketua Umum HPI Indra Listyo, Wakil Ketua Umum HPI Wahyu Ginting, Ketua DPK HPI Hendarto Setiadi, serta tim KKS HPI.

Dalam kesempatan kali ini, Jessica Wibowo meraih prestasi gemilang dengan berhasil lulus pada tiga kategori tes sekaligus, yaitu Penerjemah Teks Umum Mandarin-Indonesia, Juru Bahasa Indonesia<>Inggris, dan Juru Bahasa Indonesia<>Mandarin. Tak kalah membanggakan, Astry Fajria, Natasha Citra Adelina, Masni Fansuri, dan Desi Farida Mandarini juga menyabet predikat lulus pada dua kategori.

TSN HPI adalah program ujian sertifikasi profesi yang telah diadakan sejak tahun 2010 untuk penerjemah, tahun 2014 untuk juru bahasa, dan tahun 2023 untuk editor terjemahan. Ujian ini dilaksanakan hanya sekali dalam setahun, khusus untuk anggota HPI. TSN HPI sempat ditiadakan pada tahun 2020-2021 karena pandemi dan digulirkan kembali penyelenggaraannya pada tahun 2022.

Galeri Acara

18 Desember 2024 0 comment
0 FacebookTwitterPinterestLinkedinTumblrWhatsappTelegramLINEEmail
BeritaKongres HPILampauLapanta

Lapanta Kongres Ke-14 HPI

by Infotek HPI 10 Desember 2024
written by Infotek HPI

Kongres Ke-14 HPI

Momen bermakna yang terukir dalam sejarah

Kongres Ke-14 Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI) telah sukses diselenggarakan pada Sabtu, 30 November 2024. Acara yang disponsori oleh Akademi Translexi, PT Star Software Indonesia, dan Via Dolorosa Language Services ini berlangsung secara luring di Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Jl. Daksinapati Barat 4 No.11, Rawamangun, Jakarta Timur, dan daring melalui platform Zoom.

Tujuh puluh delapan orang peserta luring dan 36 orang peserta daring hadir dan berpartisipasi aktif di sepanjang acara Kongres.

Pukul 07.00 WIB, peserta luring mulai hadir dan melakukan daftar ulang. Sebelum memasuki ruang Aula M. Tabrani, peserta menerima tas jinjing yang berisi perlengkapan seminar. Acara dimulai pukul 08.00 WIB dengan pemasangan Pataka HPI dan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars HPI.

Setelah itu, Ketua Panitia Pelaksana Kongres, Hanif Rusli, dan Ketua Umum Himpunan Penerjemah Indonesia, Indra Listyo, menyampaikan sambutannya masing-masing. Indra Listyo menutup sambutan dengan pemukulan gong, tanda resmi dimulainya acara Kongres. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Iwa Lukmana, mewakili Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, dan penyerahan sertifikat TSN HPI untuk para lulusan.

Hasil dan Keputusan Penting Kongres

Acara inti Kongres dimulai dengan pengenalan jajaran Presidium, meliputi Hendarto Setiadi (Ketua), Masni Fanshuri (Wakil Ketua), dan Ni Made Nunik Sayani (Sekretaris). Setelah meminta Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum menyampaikan Laporan Akhir Kepengurusan HPI 2020-2024, Presidium mendemisionerkan Badan Pengurus HPI 2020-2024.

Peserta kemudian mengikuti tiga sesi rapat komisi yang dilangsungkan bersamaan. Rapat Komisi I membahas draf Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga; Rapat Komisi II membahas draf Kode Etik dan Kode Perilaku; dan Rapat Komisi III membahas konsep Pengembangan Program.

Pengesahan Dokumen Organisasi

Melalui Rapat-Rapat Komisi, Kongres mengesahkan Anggaran Dasar & Anggaran Rumah Tangga serta Kode Etik & Kode Perilaku HPI.

Perubahan mendasar yang disepakati dalam dokumen-dokumen tersebut antara lain:

  1. Jenis Keanggotaan: Penyesuaian kategori keanggotaan untuk mengakomodasi kebutuhan profesi; ‘Anggota Penuh’ diubah menjadi ‘Anggota Profesional’ dan ‘Anggota Muda’ diubah menjadi ‘Aspiran’.
  2. Pembentukan Dewan Pengawas: Struktur organisasi diperkuat dengan pembentukan unsur yudikatif organisasi, yaitu Dewan Pengawas.
  3. Tempat pelaksanaan Kongres: Peraturan mengenai tempat pelaksanaan Kongres telah disesuaikan; ke depannya, Kongres dapat diselenggarakan di daerah selain Jakarta, tempat Komisariat Daerah telah didirikan.
  4. Penguraian Kode Etik dan Kode Perilaku: Penjabaran lebih mendetail Kode Etik dan Kode Perilaku khusus untuk Penerjemah dan Juru Bahasa demi meningkatkan profesionalisme anggota.

Konsep Pengembangan Program

Sebuah konsep pengembangan program kerja telah disusun untuk menjadi pedoman bagi Badan Pengurus periode 2025–2027. Pedoman ini akan membantu organisasi merancang dan menjalankan program yang mendukung pengembangan profesi para anggota serta beberapa inisiatif lainnya.

Pemilihan Ketua Umum HPI 2025-2027

Dari proses penjaringan yang dilakukan sebelum Kongres, terdapat dua nama calon Ketua Umum HPI periode 2025-2027, yaitu Indra Listyo dan Lucia Aryani. Sayangnya, Lucia Aryani tidak dapat hadir secara fisik pada Kongres kali ini karena alasan kesehatan dan, oleh karena itu, berdasarkan Tata Tertib Kongres Ke-14 HPI, pemilihan Ketua Umum calon tunggal dilaksanakan secara musyawarah untuk mufakat. Indra Listyo terpilih sebagai Ketua Umum HPI periode 2025-2027.

Menjelang akhir Kongres, Ketua Umum HPI Terpilih memberikan sambutan kepada peserta Kongres. Indra Listyo kembali menekankan semangat kolegialitas dalam kepengurusan HPI dan mengajak para anggota yang ingin mengembangkan HPI untuk bergabung ke dalam jajaran pengurus.

Kongres ditutup dengan menyanyikan Mars HPI dan diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh peserta, baik daring maupun luring.

Kongres ini menjadi tonggak penting dalam sejarah Himpunan Penerjemah Indonesia, memperkuat fondasi organisasi untuk terus mendukung kemajuan profesi penerjemah dan juru bahasa di Indonesia supaya lebih profesional, tepercaya, dan terhormat.

Galeri Acara

10 Desember 2024 0 comment
0 FacebookTwitterPinterestLinkedinTumblrWhatsappTelegramLINEEmail
LampauRuang Berbagi HPI

Community Interpreting 101

by Infotek HPI 24 September 2024
written by Infotek HPI

Ruang Berbagi HPI Ke-2 Musim 4

Community Interpreting 101

Webinar Ruang Berbagi HPI Ke-2 Musim 4 bertajuk "Community Interpreting 101" diselenggarakan pada Jumat, 30 Agustus 2024, pukul 19.00 -- 20.00 WIB di dalam ruang Zoom. Divisi Pengembangan Profesi HPI Pusat menghadirkan Rika Limuria, Anggota Penuh HPI, Penerjemah Bahasa Mandarin, PhD Student of Graduate Institute of Translation and Interpretation - National Taiwan Normal University, sebagai pembicara. Ruang Berbagi HPI ini diadakan secara daring, khusus untuk Anggota HPI yang telah menyelesaikan kewajiban iuran tahunan hingga 2024.

24 September 2024 0 comment
0 FacebookTwitterPinterestLinkedinTumblrWhatsappTelegramLINEEmail
AcaraBerita

HPI di Jakarta Content Week 2024

by Infotek HPI 13 Agustus 2024
written by Infotek HPI

HPI di Jakarta Content Week 2024

Jakarta Content Week (Jaktent) adalah sebuah festival kreatif internasional yang dipelopori dan diselenggarakan oleh Yayasan 17000 Pulau Imaji bekerja sama dengan Frankfurt Buchmesse (FBF) yang diadakan sejak 2020. Pada tahun 2022, Jaktent diselenggarakan bersamaan dengan Kongres Dunia Asosiasi Penerbit Internasional ke-33 di Jakarta.

Pada tahun 2024, Jaktent diadakan pada tanggal 9-11 Agustus 2024 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Sebagai bagian dari misi JakTent untuk menjadikan Jakarta sebagai hub literasi dan konten kreatif di Asia Tenggara, Yayasan 17000 Pulau Imaji, dengan dukungan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, Dana Indonesiana, dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menyelenggarakan Jakarta Content Week: Sinergitas Asia Tenggara.
JakTent Sinergitas Asia Tenggara bertujuan untuk menjembatani dunia literasi di antara negara-negara Asia Tenggara, yang selama ini terkendala perbedaan bahasa, hambatan geopolitik, dan kurangnya inisiatif untuk menghubungkan keragaman literasi antar negara. Selain itu, tentu saja sangat baik jika karya-karya penulis Asia Tenggara, khususnya Indonesia, dapat lebih dikenali di wilayahnya sendiri.

Oleh karena itu, panitia JakTent mengirimkan undangan bagi pengurus Himpunan Penerjemah Indonesia untuk terutama menghadiri program yang bertemakan penerjemahan dalam rangkaian acara JakTent 2024.

Dalam kesempatan ini, Himpunan Penerjemah Indonesia diwakili Bapak Hendarto Setiadi (Ketua Dewan Penasihat dan Kepatuhan HPI), Ibu Sofia Mansoor (Anggota DPK HPI), dan Lucia Aryani (Wakil Sekretaris Umum HPI). Selain itu, ada beberapa anggota HPI yang turut menghadiri beberapa program JakTent yang terkait dunia penerjemahan dan penerbitan.
Ibu Rahayu Surtiati (Anggota DPK HPI) juga menghadiri mata acara diskusi lain pada saat bersamaan yang membahas upaya menghubungkan kota, festival, dan gerakan sastra di Asia Tenggara.

Kami menghadiri dua mata acara di rangkaian acara JakTent. Acara pertama adalah lokakarya penerjemahan sastra dengan tema: “Bridging Cultures: The Art of Literary Translation” yang diampu Dalih Sembiring, penerjemah karya-karya sastra, di antaranya “Lelaki Harimau” karya Eka Kurniawan yang mendapatkan nominasi Man Booker International Prize 2016. Pelatihan ini diadakan selama dua hari, dengan dua jam masing-masing per hari. Acara kedua yang kami hadiri adalah “How Do Translators Work to Bring Literature Beyond Their Country?” yang dibawakan Alfian Sa’at (penulis dari Singapura), John McGlynn (Direktur Penerbit Yayasan Lontar, Indonesia), dan Nguyen An Ly (Penerjemah dari Vietnam) dan dimoderatori Ayu Widari (Penerjemah Pemerintah Indonesia).

Dengan turut menghadiri acara seperti JakTent ini, kami juga berjejaring dengan pihak-pihak lain di luar dunia penerjemahan dan dapat memperkenalkan sudut pandang penerjemah secara umum dan Himpunan Penerjemah Indonesia secara khusus sebagai asosiasi profesi.

Penulis:
Lucia Aryani
HPI 01-07-0146

Galeri Acara

13 Agustus 2024 0 comment
0 FacebookTwitterPinterestLinkedinTumblrWhatsappTelegramLINEEmail
Newer Posts
Older Posts

Pos-pos Terbaru

  • Sosialisasi Penyelenggaraan TSN HPI 2026
  • Pengadilan Negeri Denpasar dan HPI Jalin Kerja Sama: Perkuat Layanan Bahasa di Pengadilan
  • Association of Indonesian Translators Participates in the 2026 China-ASEAN Conference on Translation, Interpreting and Communication
  • Partisipasi Himpunan Penerjemah Indonesia dalam China-ASEAN Conference on Translation, Interpreting and Communication 2026
  • Teknologi dalam Penerjemahan

Komentar Terbaru

  • Michael pada Rapat Umum Badan Pengurus & Anggota HPI Tengah Tahun 2025
  • Rekomendasi Jasa Sworn Translator di Bali 2025 pada Praktik Baik Bekerja sebagai Juru Bahasa
  • Beasiswa Full S2 dan S3 ke Australia | AAS 2025 - Penerjemah Tersumpah pada Sertifikasi
  • Jasa Translate Ijazah Sekolah Jakarta | Cukup dengan 6... pada Sertifikasi
  • Translate Every Word With Us! – FIB-UGM pada Acuan Tarif Penerjemahan
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Email

© 2020 Himpunan Penerjemah Indonesia

Himpunan Penerjemah Indonesia
  • Beranda
  • Organisasi
    • Sejarah
    • Komisariat Daerah
      • HPI Komda Jabar
      • HPI Komda Jatim
      • HPI Komda Bali
      • HPI Komda DIY
      • HPI Komda Jateng
      • HPI Komda Kepri
      • HPI Komda Kalsel
      • HPI Komda Kaltimtara
      • HPI Komda Sulsel
      • HPI Komda Sumbagut
      • HPI Komda Sumbar
    • Pengurus
    • Mitra
    • Dasar Hukum
    • AD/ART
    • Laporan Tahunan
    • Kongres HPI
  • Berita & Cerita
    • Berita
    • Cerita
    • Nawala
    • Galeri
  • Kegiatan
    • Mendatang
    • Lampau
Himpunan Penerjemah Indonesia
  • Profesi
    • Kode Etik & Kode Perilaku
    • Acuan Tarif
    • Sertifikasi
      • Informasi TSN HPI
  • Anggota
    • Informasi
    • Pengajuan
    • Sihapei
  • Kontak
© 2020 Himpunan Penerjemah Indonesia