Partisipasi Himpunan Penerjemah Indonesia dalam China-ASEAN Conference on Translation, Interpreting and Communication 2026
Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI) berpartisipasi dalam China-ASEAN Conference on Translation, Interpreting and Communication yang diselenggarakan pada 17–20 April 2026 di Xiamen University Malaysia. Kehadiran HPI dalam forum ini merupakan tindak lanjut dari undangan resmi yang ditujukan kepada Ketua Umum HPI sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi organisasi dalam bidang penerjemahan dan penjurubahasaan di tingkat regional.
Undangan tersebut pada awalnya ditujukan kepada Ketua Umum HPI, Dr. Indra Listyo, M.Hum. Namun, karena pada waktu yang sama beliau menunaikan ibadah haji, HPI diwakili oleh Wakil Ketua II, Eki Qushay Akhwan, yang membidangi Divisi Hubungan Eksternal, Divisi Hubungan Internal, dan Divisi Pengembangan Profesi. Selain itu, HPI juga diwakili oleh Ayu Puspita Dewi selaku Kepala Divisi Hubungan Internal yang berpartisipasi secara mandiri. Keikutsertaan Wakil Ketua II dalam kegiatan ini didukung sepenuhnya oleh panitia penyelenggara.
Dalam konteks tersebut, konferensi ini mengangkat tema “Translation, Interpreting and Communication for the Future” dan mempertemukan akademisi serta praktisi dari berbagai negara di kawasan China dan ASEAN. Penyelenggaraan konferensi ini mencerminkan semakin pentingnya peran penerjemahan, penjurubahasaan, dan komunikasi sebagai sarana strategis dalam memperkuat kerja sama regional di tengah transformasi global dan perkembangan teknologi.
Sejalan dengan tema tersebut, agenda kegiatan meliputi sesi pembukaan, peluncuran asosiasi regional, serta berbagai sesi paralel yang membahas isu-isu strategis dalam bidang penerjemahan, penjurubahasaan, dan komunikasi. Salah satu agenda penting dalam konferensi ini adalah peluncuran China-ASEAN Association of Translation, Interpreting and Communication (CAATIC) sebagai wadah kolaborasi berkelanjutan bagi akademisi dan praktisi di kawasan. Dalam struktur kepemimpinan awal asosiasi tersebut, Prof. Jing Chen (Xiamen University) terpilih sebagai Ketua CAATIC. Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum HPI, Dr. Indra Listyo, M.Hum., terpilih sebagai anggota Executive Board dan menjabat sebagai salah satu Wakil Ketua CAATIC, yang mencerminkan pengakuan terhadap peran HPI di tingkat regional. Sekretariat awal CAATIC berkedudukan di College of Foreign Languages and Cultures, Xiamen University China sebagai institusi penggagas dan tuan rumah konferensi yang mengoordinasikan pembentukan serta pengembangan awal asosiasi.
Lebih lanjut, berbagai sesi konferensi juga membahas perkembangan terkini dalam bidang penerjemahan dan penjurubahasaan, termasuk penguatan pendekatan interdisipliner serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam pelatihan, evaluasi kualitas, dan praktik profesional. Diskusi-diskusi tersebut menegaskan bahwa, di tengah pesatnya perkembangan teknologi, peran manusia tetap krusial dalam menjaga akurasi serta sensitivitas budaya dalam komunikasi lintas bahasa.
Dalam konteks pembahasan tersebut, Eki Qushay Akhwan, sebagai perwakilan HPI, menyampaikan presentasi berjudul “Towards Mutual Recognition of Translator and Interpreter Certification in the China-ASEAN Region: A Practitioner-Informed Framework for Regional Professional Alignment.” Presentasi ini menekankan pentingnya pengakuan bersama terhadap sertifikasi penerjemah dan juru bahasa di kawasan China–ASEAN guna meningkatkan mobilitas profesional, menjaga standar kualitas, dan memperkuat kerja sama regional. Selain itu, presentasi tersebut juga mengusulkan kerangka berbasis praktik (practitioner-informed framework) untuk menyelaraskan standar profesional lintas negara, mencakup aspek kompetensi, mekanisme asesmen, serta tata kelola sertifikasi sebagai fondasi bagi integrasi profesi di tingkat kawasan.
Secara lebih spesifik, kerangka yang diajukan bertumpu pada tiga pilar utama, yaitu penyelarasan tolok ukur kompetensi (competency benchmark alignment), transparansi sistem sertifikasi (certification transparency), dan harmonisasi etika profesi (ethical harmonization). Pendekatan ini menekankan bahwa kesebandingan (comparability) tidak memerlukan keseragaman sistem, melainkan keterhubungan antarsistem melalui standar yang dapat dipahami dan dipercaya bersama. Selain itu, presentasi juga mengusulkan pembentukan platform dialog regional sebagai mekanisme institusional untuk mendorong pemetaan sistem sertifikasi, pengembangan pedoman kesetaraan, serta implementasi bertahap pengakuan bersama di kawasan China–ASEAN.
Selain kontribusi dalam forum ilmiah, penyelenggaraan konferensi ini juga memperoleh liputan luas dari berbagai media internasional dan regional. Sejumlah laporan media menyoroti peluncuran CAATIC sebagai langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi lintas budaya di kawasan China–ASEAN, sekaligus menekankan pentingnya pengembangan standar profesional dan kapasitas sumber daya manusia di bidang penerjemahan dan penjurubahasaan. Dalam sejumlah pemberitaan, media Indonesia—antara lain Antara, RRI (Radio Republik Indonesia), serta media berbahasa Tionghoa seperti Shangbao Indonesia, Guoji Ribao, dan Qiandao —menggarisbawahi perlunya penyusunan standar kualifikasi penerjemah dan penguatan kerja sama kawasan, termasuk dorongan agar Indonesia mengambil peran lebih besar dalam aliansi penerjemahan China–ASEAN. Penekanan ini sejalan dengan gagasan yang disampaikan oleh perwakilan HPI dalam forum tersebut.
Sebagai tindak lanjut dari peluncuran CAATIC, pada 19 April 2026 diselenggarakan pertemuan internal pertama Executive Board CAATIC di Xiamen University Malaysia. Dalam pertemuan tersebut, Eki Qushay Akhwan hadir mewakili Ketua Umum HPI. Pertemuan ini menandai transisi dari tahap pembentukan organisasi menuju tahap perencanaan operasional dan koordinasi kegiatan.
Dalam pertemuan tersebut, beberapa keputusan penting yang dihasilkan antara lain pembentukan tiga komite utama, yaitu Conference and Event Committee, Communication and Outreach Committee, serta Research and Training Committee, beserta rencana kerja awal masing-masing untuk satu tahun ke depan. Selain itu, disepakati pula pengumpulan data mengenai kapasitas dan minat anggota melalui kuesioner pascakonferensi guna mendukung perencanaan program, termasuk persiapan kegiatan seperti kompetisi penjurubahasaan pada tahun 2027. Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam memastikan keberlanjutan program dan penguatan kolaborasi CAATIC di tingkat regional.
Secara keseluruhan, partisipasi HPI dalam konferensi ini memberikan manfaat strategis, terutama dalam memperluas jejaring internasional, memperoleh wawasan mengenai perkembangan mutakhir di bidang penerjemahan dan penjurubahasaan, serta membuka peluang kerja sama lintas negara. Keterlibatan ini juga mempertegas posisi HPI dalam percakapan regional mengenai pengembangan profesi penerjemah dan juru bahasa, serta diharapkan dapat berkontribusi pada penguatan standar profesional di Indonesia dalam konteks integrasi kawasan.







