Seputar Penerjemahan Buku untuk FBF: Khusus Untuk Anggota HPI

HPI mendapat kehormatan untuk terlibat dalam program penerjemahan yang didanai oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan untuk Frankfurt Book Fair (FBF). Undangan pendaftaran ANGGOTA HPI untuk mengambil pekerjaan penerjemahan yang didanai Kemdikbud sudah disebarkan melalui milis HPI-notice dengan tenggat 16 April 2014.

Sosialisasi-FBF-17042014Pada tanggal 17 April 2014 diselenggarakan pertemuan Sosialisasi Penerjemahan Buku tahun 2014 Dalam Rangka Frankfurt Book Fair. Pertemuan ini dihadiri sebagian besar oleh perwakilan dari penerbit. Acara sosialisasi ini akan diselenggarakan di beberapa kota, bertempat di sekretariat IKAPI. Datanglah, dan temui langsung perwakilan dari berbagai penerbit yang hadir. Jangan lupa bawa kartu nama 😉

Duduk sebagai narasumber:

Komite Buku dan Penerjemahan Kemendikmud

  • Bapak Abdul – menggantikan Bapak Sugiono, Kepala Pusat Perlindungan Bahasa Kemdikbud
  • Bapak Soni Sugiharta
  • Bapak Denda Rinjaya
  • Ibu Dewi Puspita

Pengurus Pusat IKAPI

  • Ibu Lucya Andam Dewi

Data rekan-rekan yang telah mengirimkan contoh terjemahan dan biografi singkat akan disimpan oleh Sekretariat Komite Buku dan Penerjemahan untuk kemudian diberikan kepada penerbit yang membutuhkannya. Oleh karena itu, kemungkinan besar yang akan menghubungi rekan-rekan bila ada yang membutuhkan jasa penerjemah adalah dari pihak penerbit, bukan dari Komite Buku. Untuk lebih memahami di manakah posisi datar berisi profil singkat ke-78 anggota HPI tersebut, silakan simak Alur Seleksi Buku/Karya untuk Penerjemahan Frankfurt Book Fair. Oleh Komite Buku, penerbit dipersilakan menentukan penerjemah yang akan mengalihbahasakan buku yang akan mereka terbitkan. Bila belum pernah menggunakan jasa penerjemah, barulah mereka mengacu ke daftar penerjemah yang di antaranya terdapat profil singkat penerjemah anggota HPI. Jadi sekali lagi, keputusan apakah jasa rekan-rekan akan dibutuhkan atau tidak ada di tangan penerbit. Simak juga materi Presentasi Roadshow Frankfurt Book Fair, salindia 16-19 berisi informasi terkait penerjemahan.

Rangkuman:

  • Proses seleksi buku masih berlangsung sampai 30 April 2014. Judul-judul buku yang sudah diajukan ke Badan Bahasa bisa dilihat di laman Badan Bahasa: http://bit.ly/Qsqo4T
  • Proses penerjemahan akan dimulai awal Mei 2014.
  • Setelah penerjemah terpilih dan sepakat, penerbit membuat SPK.
  • Uang muka sebesar 50% dibayarkan kepada penerjemah.
  • Honor penerjemahan mengacu ke Peraturan Menteri Keuangan tahun 2013, yaitu Bahasa Indonesia – Inggris Rp140.000,- halaman jadi Bahasa Indonesia – Jerman Rp160.000,- halaman jadi (Angka ini fantastis untuk honor penerjemahan buku, menurut saya).
  • Pembayaran subsidi dilakukan setelah hasil terjemahan dinyatakan 100% selesai (November 2014).

Silakan gunakan kolom komentar untuk bertanya. Sebelum bertanya, silakan baca pertanyaan-pertanyaan sebelumnya.

T: Apakah anggota HPI yang statusnya masih menjadi Anggota Muda diperbolehkan mengikuti seleksi penerjemahan ini?
J: Boleh.

T: Ini khusus untuk anggota HPI ya?
J: Iya, saya hanya mengoordinasikan pendaftaran untuk anggota HPI.

T: Untuk penerjemahan bahasa Jerman – Indonesia boleh tidak mendaftar?
J: Boleh.

T: Saya bingung kasih contoh karena contoh Ind-Eng saya under NDA semua (NDA=Non Disclosure Agreement).
J: Silakan buat contoh terjemahan baru, misalnya dari buku.

T: Apakah contoh terjemahan yang harus dilampirkan itu topik/jenis apa ya, apa harus novel?
J: Saya tidak diberi tahu tentang topik contoh terjemahan jadi saya pikir boleh apa saja, dari materi apa saja.

T: Apakah translation (funding) programme ini juga mencakup komik, novel grafis, dan buku cerita?
J: Ya. Buku-buku itu termasuk dalam “special criteria” [di situs web Komite Penyelenggara. Klik di sini].

T: Berapa honor penerjemahan untuk proyek ini?
J: Bahasa Indonesia – Inggris Rp140.000,- halaman jadi, dan Bahasa Indonesia – Jerman Rp160.000,- halaman jadi (belum dipotong pajak)

T: Benarkah penerjemah memilih sendiri bakal buku yg akan diterjemahkan? Atau menunggu pilihan dari Kemendikbud?
J: Menunggu dari pihak Komite Buku.

T: Mau tanya nih, seandainya kepilih jadi anggota tim, terus kita diminta menerjemahkan sesuatu yang ternyata tidak sesuai dengan minat dan kemampuan kita, kita boleh nolak atau nawar, kan? Bagaimana dengan tenggat? Boleh negosiasi atau tidak?
J: Aku kurang paham, tapi seyogianya kalau bukunya tidak sesuai dengan minat dan kemampuan jangan dipaksakan. Mengenai tenggat nanti silakan ditanyakan kepada penerbitnya. Menurut hematku sih jika tidak sanggup memenuhi tenggat sebaiknya ditolak agar buku bisa diberikan kepada orang lain.

Situs-situs terkait persiapan Indonesia menuju Frankfurt Book Fair:

Posted in:
About the Author

Dina Begum

Pengurus HPI Bidang Infotek

19 Comments

  1. Apakah contoh terjemahan yang harus dilampirkan itu perlu mencatumkan teks bahasa sumber juga? Atau hasil terjemahannya saja?

  2. Dear bu Dina,

    Sosialisasi kemaren, nggak banyak pihak penerbit yang hadir – hanya beberapa orang – termasuk pihak Ikapi. Masih seputar pengumpulan buku : sudah terkumpul 1500 judul buku. Untuk buku-buku yang mau diterjemahkan hanya sekitar 200 judul buku sesuai dengan subsidi yang ada. Jadi proses penerjemah dimulai dari awal Mei sampai dengan November 2014 – sesuai dengan sosialisasi sebelumnya.

    Best Regards,

    Dhony

  3. Dear bu Dina,

    Sedangkan untuk proses penerjemahan tergantung dari pihak penerbit – sesuai dengan sosialisasi sebelumnya, bu Dina.

  4. Mba Dina,

    Apakah ada kemungkinan besar penerbit hanya akan menghubungi penerjemah yang sudah pernah bekerja sama dengan penerbit tersebut sebelumnya?

    Soalnya saya berminat untuk berpartisipasi dalam ajang penerjemahan untuk FBF ini, tapi saya tidak pernah menerjemahkan untuk penerbit sebelumnya. Jadi kesempatan saya untuk bisa ikut menerjemahkan kecil ya?

    Terima kasih sebelumnya.

  5. Yth. Ibu Dina
    saya angota baru HPI, dan kartunyapun belum ada. Apakah proyek penerjemahan ini masih dibuka atau sudah ditutup? dan seandainya masih dibuka, apakah contoh terjemahan yang diajukan ke penerbit harus hasil terjemahan baru? Apakah contoh terjemahan tersebut harus diterbitkan oleh salah satu penerbit atau terjemahan umum, semisal hasil terjemahan dari klien yang tidak perlu diterbitkan?

    mohon penjelasannya

    Trima Kasih

    • Pak Bambang, silakan menyimak alur seleksi buku yang dilampirkan. Proyek penerjemahan buku untuk FBF akan dimulai bulan Mei. Bila berminat silakan mengajukan diri ke penerbit-penerbit.
      Penerbit mana saja yang telah mengajukan buku untuk mendapatkan subsidi dari pemerintah bisa dilihat di http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/

  6. Mbak Dina…mengkoordinir penerjemah anggota hpi? Jadi kalau mau ikut seleksi saya milih bukunya terus menghubungi Mbak?

    • Tidak bisa, Pak.
      “Undangan pendaftaran ANGGOTA HPI untuk mengambil pekerjaan penerjemahan yang didanai Kemdikbud sudah disebarkan melalui milis HPI-notice dengan TENGGAT 16 April 2014.”

    • Hai Mas Darry.
      Sebenarnya tidak begitu cara kerjanya.
      Aku hanya mengumpulkan data penerjemah sesuai permintaan Komite Buku untuk mereka berikan kepada penerbit bila membutuhkannya.
      Jadi, bila ada penerjemah yang dihubungi penerbit, mereka tidak perlu memberitahukannya kepadaku karena penerbit akan langsung menghubungi penerjemahnya langsung.
      Disarankan juga penerjemah proaktif menghubungi penerbit yang buku-bukunya disetujui oleh komite buku: http://bit.ly/Qsqo4T

      • Satu pertanyaan lagi, Mbak Dina. Bagaimana dengan kualitas penerjemahnya? Bukankah ada dua tim penyeleksi (seleksi buku dan penerjemah)? Seandainya terjadi, misalnya, buku yang diajukan masuk ke dalam daftar buku yang lolos namun penerjemahnya tidak, apa solusinya?