Transformasi dan Inovasi TSN HPI
Sabtu, 18 Oktober 2025, HPI menyelenggarakan gelar wicara (talk show) berjudul “Transformasi dan Inovasi TSN HPI” di Ruang Graha Utama Gedung A, Lantai 3, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat.
Acara ini dilaksanakan secara hibrida (daring dan luring) dan dihadiri oleh kurang lebih 100 orang, baik peserta maupun tamu undangan. Dengan dibuka oleh dua pembawa acara (Master of Ceremonies) HPI, Lucia Aryani dan Ali Mahfudz, acara pembukaan dan sambutan berjalan lancar. Mulai dari menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars HPI, dilanjutkan pembacaan doa pembuka yang khusyuk oleh Hanif Rusli (Kepala Divisi Penyelenggaraan Acara BP HPI Pusat). Setelah doa, Doktor Sugeng Hariyanto selaku Ketua KKS (Komite Kompetensi dan Sertifikasi) HPI memberikan sambutan serta ucapan selamat bagi para lulusan Tes Sertifikasi Nasional (TSN) HPI tahun 2025. Acara pembukaan pun ditutup dengan sambutan Ketua Umum HPI Pusat, Doktor Indra Listyo.
Acara inti kali ini adalah gelar wicara yang dimoderatori dengan ciamik oleh Marina Mary Marpaung dengan para narasumber andal dan terkemuka, Pak Evand Halim dan Bu Inan (panggilan akrab dari Bu Inanti Diran), yang keduanya merupakan anggota KKS HPI dan masing-masing merupakan pakar penerjemahan teks hukum dan penjurubahasaan senior.
Gelar wicara ini menyajikan informasi terkait sejarah awal TSN HPI hingga transformasi serta inovasi yang telah dan akan dilakukan.
Dalam kesempatan ini, Pak Evand Halim menjelaskan perbandingan kualitas dan posisi TSN HPI Penerjemahan yang jauh lebih unggul daripada yang telah diselenggarakan banyak LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) Penerjemahan di Indonesia. Sedangkan Bu Inan menjelaskan tentang TSN HPI Penjurubahasaan yang masih dalam posisi terdepan dan pertama di Indonesia karena belum ada LSP yang mengadakan ujian penjurubahasaan.
Saat sesi tanya jawab, ada pertanyaan dari para peserta luring yakni Theo tentang sosialisasi TSN HPI yang masih terasa kurang gaungnya hingga dirasa relatif sedikit kalangan industri bahasa yang mengetahuinya dan dari Tavirullah tentang kemungkinan penggunaan kamus daring (online) dalam TSN yang akan datang. Dari kalangan peserta daring juga ada pertanyaan tentang ujian penjurubahasaan isyarat dan metrik serta jam terbang untuk mengikuti TSN HPI Penjurubahasaan.
Keseruan gelar wicara juga bertambah dengan adanya sesi testimoni dari dua lulusan TSN angkatan sebelumnya yakni Andina Rorimpandey dan Mario Heryadi.
Selain kedua narasumber masing-masing menceritakan kisah perjalanan mereka berdua dari awal menjadi penerjemah dan juru Bahasa, Mbak Andina yang memiliki latar belakang Pendidikan Sastra Prancis UGM (dan lulusan S2 Linguistik di Prancis) menyampaikan beberapa kiat sukses untuk mengikuti TSN Penerjemahan Bahasa Prancis dan Bahasa Inggris. Sementara Mas Mario Heryadi menyampaikan beberapa kiat sukses untuk mengikuti TSN Penjurubahasaan. Beberapa pertanyaan juga muncul dari para peserta yang dijawab dengan memuaskan oleh para narasumber. Rekan-rekan yang belum sempat menghadiri acara ini baik luring maupun daring, dapat menonton rekamannya dengan menekan tombol ini.
Dua mata acara berikutnya adalah agenda sakral bagi para lulusan TSN HPI 2025. Salah satunya adalah Penandatanganan Surat Pernyataan Kepatuhan terhadap Kode Etik dan Kode Perilaku HPI. Dalam mata acara ini para lulusan TSN 2025 tampak ceria dan bersemangat yang atmosfernya terasa kental dalam rekaman yang diabadikan para fotografer. Setelah kegiatan penandatanganan tersebut selesai, acara berikutnya adalah penyerahan Sertifikat TSN HPI plus foto bersama sebagai kenang-kenangan.
Momen tidak terduga terselip di antara kegiatan-kegiatan tersebut yakni perayaan ulang tahun Mas Hanif Rusli yang juga berulang tahun pada hari itu (18 Oktober 2025) sehingga para rekan-rekan panitia memberikan kejutan sebagai bentuk ungkapan dukungan positif dan rasa syukur bagi ulang tahun beliau.
Selamat bagi para lulusan TSN HPI 2025 yang telah dilantik!
Semoga HPI tetap solid dan berjaya!









