HPI » Berita » Laporan Pandangan Mata: Menjawab Tantangan Era Digital dalam Peringatan Hari Penerjemahan Internasional HPI 2026

Laporan Pandangan Mata: Menjawab Tantangan Era Digital dalam Peringatan Hari Penerjemahan Internasional HPI 2026

by Infotek HPI
0 comment

Menjawab Tantangan Era Digital dalam Peringatan Hari Penerjemahan Internasional HPI 2026

Laporan Pandangan Mata

Sabtu, 26 September 2026, di ruang virtual Google Meet, Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI) berkolaborasi dengan Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) sukses menyelenggarakan webinar perayaan Hari Penerjemahan Internasional. Mengusung tema “Bukan Sekadar Salin Kata: Apa Strategi Penerjemah dan Juru Bahasa agar Tak Tergantikan di Era Digital?”, acara daring ini menghadirkan Kepala Divisi Pengembangan Profesi HPI, Andriys Ariesson H. Prajas, dan Ketua Umum Ikapi, Arys Hilman Nugraha. Kegiatan ini ditujukan untuk membekali para praktisi bahasa, baik anggota HPI maupun masyarakat umum, dengan strategi jitu dan adaptif dalam menghadapi pesatnya disrupsi kecerdasan artifisial (AI) di lanskap industri bahasa global.

Kegiatan dibuka dengan sambutan menggugah dari Dr. Indra Listyo, Ketua Umum HPI. Beliau menegaskan, “Tema tahun ini yang diusung oleh FIT mengingatkan kita bahwa bahasa bukan sekadar sarana untuk berkomunikasi. Bahasa berkaitan dengan identitas, budaya, juga akses terhadap hak setiap orang untuk dipahami dan memahami. Di sinilah profesi penerjemah dan juru bahasa berperan penting, terutama di tengah perkembangan digital yang pesat saat ini.” Memasuki inti acara, Andriys Ariesson memaparkan realitas pergeseran industri ke arah kecerdasan bahasa. Paparnya, peran manusia bergeser menjadi Human in the Loop (HITL) untuk menyempurnakan draf mesin dan mengevaluasi konteks yang tak dipahami AI. Melengkapi paparan tersebut, Arys Hilman dari perspektif industri penerbitan menyoroti tren metode Machine Translation Post-Editing (MTPE). Meskipun mesin menawarkan efisiensi produksi, keahlian manusia tetap menjadi syarat mutlak dalam mempertahankan “jiwa” karya, sentuhan emosional, serta kepastian hak cipta legal yang tidak bisa diberikan oleh mesin.

Webinar ini menegaskan bahwa masa depan industri bukan milik mereka yang menolak teknologi, melainkan milik mereka yang mampu menggunakan AI secara kritis. Kehadiran AI bukan untuk menyingkirkan profesi, melainkan untuk mendorong evolusi penerjemah dari sekadar “penyalin kata” menjadi konsultan bahasa dan kurator budaya. Melalui wawasan ini, seluruh anggota HPI diharapkan semakin termotivasi untuk terus mengasah kecerdasan budaya, meningkatkan literasi teknologi, dan menjaga akuntabilitas profesional agar posisi penerjemah dan juru bahasa senantiasa tangguh dan tak tergantikan di era digital.

Galeri Acara

Rekaman

You may also like

Silakan Komentar Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.