HPI » Berita » Lapanta Partisipasi HPI pada IIBF 2026

Lapanta Partisipasi HPI pada IIBF 2026

by Infotek HPI
0 comment

Partisipasi HPI pada IIBF 2026

Laporan Pandangan Mata

Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI) turut berpartisipasi dalam Indonesia International Book Fair (IIBF) 2026 yang berlangsung selama lima hari, yakni Rabu hingga Minggu, 30 September–4 Oktober 2026, di Assembly Hall & Lower Level, Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta. Dalam kegiatan tersebut, HPI memperoleh kesempatan membuka stan (booth) secara cuma-cuma sebagai bagian dari kerja sama antara HPI dan Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), yang turut difasilitasi oleh Arys Hilman Nugraha selaku Ketua Umum IKAPI.

Kesempatan tersebut dimanfaatkan HPI sebagai sarana untuk memperkenalkan organisasi serta profesi penerjemah dan juru bahasa kepada masyarakat. Selain memperkenalkan HPI, stan juga dimanfaatkan untuk menampilkan sejumlah buku karya anggota HPI yang berkaitan dengan penerjemahan, serta cendera mata (merchandise) HPI.

Selama lima hari pelaksanaan, stan dijaga secara bergantian oleh Pengurus, Kepala Sekretariat, dan Staf Sekretariat HPI. Jumlah pengunjung pada dua hari pertama relatif terbatas, kemudian mulai meningkat pada Jumat dan semakin ramai pada akhir pekan.

Sejumlah pengurus dan anggota HPI juga menyempatkan diri mengunjungi stan selama kegiatan berlangsung. Di antaranya Ketua Umum HPI, Dr. Indra Listyo, Wakil Ketua Umum II HPI, Drs. Eki Qushay Akhwan, serta Ibu Sofia Mansoor selaku salah satu anggota Dewan Pengawas HPI. Beberapa anggota senior HPI juga sempat ditemui di lokasi acara. Selain itu, Bapak Hanif Rusli dan Bapak M. Ali Mahfudz Arwani selaku pengurus HPI Divisi Penyelenggaraan Acara juga turut mengunjungi stan.

Meningkatnya jumlah pengunjung pada akhir pekan membuka lebih banyak kesempatan bagi HPI untuk berinteraksi dan memberikan informasi secara langsung mengenai organisasi maupun profesi yang diwadahinya. Tidak sedikit pengunjung yang baru mengetahui bahwa penerjemah dan juru bahasa memiliki organisasi profesi. Interaksi yang berlangsung juga memperlihatkan adanya pemahaman yang beragam mengenai cakupan pekerjaan penerjemah. Misalnya, terdapat pengunjung yang mengira penerjemah yang tergabung dalam HPI hanya menangani dokumen tertentu. Kepada mereka, dijelaskan bahwa anggota HPI memiliki bidang keahlian yang beragam, mulai dari penerjemahan teks umum dan teks hukum hingga berbagai jenis dokumen.

Selain memperkenalkan HPI serta profesi penerjemah dan juru bahasa, tim stan juga memberikan informasi mengenai sejumlah kegiatan yang diselenggarakan oleh HPI, termasuk Tes Sertifikasi Nasional (TSN). Penjelasan tersebut menarik perhatian sejumlah pengunjung, khususnya yang merupakan penerjemah dan juru bahasa, yang kemudian menanyakan lebih lanjut mengenai pelaksanaan tes dan pasangan bahasa yang tersedia. Dalam kesempatan ini, tim stan menjelaskan bahwa TSN HPI diselenggarakan satu kali dalam setahun dan diperuntukkan bagi anggota HPI, serta memberikan informasi mengenai beberapa pasangan bahasa yang tersedia dalam pelaksanaan TSN. HPI juga secara proaktif memperkenalkan kegiatan sertifikasi tersebut kepada pengunjung yang menunjukkan ketertarikan terhadap profesi penerjemah dan juru bahasa.

Di sisi lain, masih terdapat pengunjung yang mengira bahwa Ujian Kualifikasi Penerjemah (UKP) diselenggarakan oleh HPI. Pertanyaan tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk menjelaskan perbedaan antara TSN yang diselenggarakan oleh HPI dan UKP yang diselenggarakan oleh LBI FIB UI bekerja sama dengan Kementerian Hukum dan LSP UI.

Selain TSN HPI, keanggotaan juga menjadi salah satu hal yang menarik perhatian pengunjung. Beberapa pengunjung, khususnya yang merupakan penerjemah dan juru bahasa, menunjukkan ketertarikan untuk bergabung dengan HPI dan memperoleh informasi mengenai keanggotaan. Minat serupa terlihat pada pertanyaan mengenai kegiatan pengembangan kompetensi, ketika beberapa pengunjung menanyakan kemungkinan adanya pelatihan khusus oleh HPI dan menyatakan ketertarikan untuk mengikutinya.

Interaksi di stan juga mempertemukan HPI dengan pengunjung yang sedang membutuhkan jasa penerjemah. Ini merupakan kesempatan untuk menjelaskan bahwa sebagai organisasi profesi, HPI tidak menyediakan jasa penerjemahan secara langsung. Pengunjung kemudian diberikan informasi bahwa daftar anggota profesional aktif HPI yang memiliki keahlian terkait dapat ditemukan melalui situs Sihapei. Untuk memudahkan akses, pengunjung diarahkan untuk memindai kode QR (QR code) yang tercantum pada brosur yang dibagikan di stan sehingga dapat mengakses situs tersebut dan melihat daftar anggota yang tersedia.

Secara keseluruhan, keikutsertaan HPI dalam IIBF menjadi kesempatan yang tepat untuk memperkenalkan keberadaan dan peran organisasi serta profesi penerjemah dan juru bahasa kepada masyarakat secara langsung. Beragam interaksi yang terjadi selama kegiatan juga memberikan gambaran mengenai tingkat pengenalan masyarakat terhadap HPI, profesi penerjemah, dan juru bahasa, sekaligus menunjukkan adanya minat terhadap keanggotaan, kegiatan sertifikasi, dan pelatihan. Temuan tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan materi informasi dan strategi pengenalan HPI pada kegiatan serupa di masa mendatang.

Galeri Acara

You may also like

Silakan Komentar Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.