Rapat Anggota dan Pemilihan Ketua
Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI) Komisariat Daerah Bali menyelenggarakan Rapat Anggota dan Pemilihan Ketua Masa Bakti 2026–2029 secara hibrida pada Sabtu, 8 Agustus 2026, berpusat di Bumbu Kuliner Nusantara Resto, Denpasar, serta secara daring melalui Google Meet. Dipimpin oleh I Gede Sandi Haris Saskara selaku Ketua Presidium Rapat, forum ini dihadiri oleh 27 peserta dari total 64 anggota dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Jumlah kehadiran tersebut telah disepakati dan dinyatakan sah memenuhi ketentuan kuorum AD/ART organisasi untuk pengambilan keputusan.
Dalam agenda pertanggungjawaban pengurus periode 2025–2026, Ketua HPI Komda Bali, Kander Turnip, S.S., memaparkan berbagai capaian strategis organisasi yang mencakup penguatan internal melalui program “Temu Kompak”, peningkatan kompetensi melalui Webinar Penjurubahasaan Hukum dan Podcast NGOHPI, hingga siaran dialog publik di RRI Denpasar. Selain itu, kepengurusan periode ini sukses memperluas jejaring kelembagaan lewat penandatanganan MoU dengan Pengadilan Negeri Denpasar serta sosialisasi masif ke sekitar 55 instansi penegak hukum dan asosiasi advokat di seluruh Bali. Atas capaian tersebut, seluruh anggota yang hadir secara bulat menerima LPJ secara penuh tanpa catatan keberatan.
Proses pemilihan Ketua HPI Komda Bali periode 2026–2029 menghasilkan Kander Turnip, S.S. sebagai calon tunggal setelah delapan dari sembilan bakal calon lainnya menyatakan tidak bersedia dicalonkan. Dalam pemaparan visi-misinya, beliau mengusung tagline “Jadikan HPI Bali yang Ber-HPI” dengan visi mewujudkan wadah organisasi profesi penerjemah yang humanis, profesional, dan berintegritas. Visi ini ditopang oleh empat pilar misi utama: penciptaan lingkungan organisasi yang inklusif-kekeluargaan, peningkatan mutu dan kompetensi anggota, penegakan kode etik profesi secara transparan, serta pemantapan jejaring kolaborasi strategis di tingkat lokal maupun nasional.
Melalui pemungutan suara daring, Kander Turnip, S.S. terpilih kembali secara aklamasi dengan memperoleh 17 suara setuju (100%) tanpa ada suara tidak setuju maupun tanggapan keberatan selama persidangan. Hasil tersebut secara resmi dituangkan dalam Berita Acara No. 005/BA/HPI-Bali/VIII/2026 yang menetapkan beliau sebagai Ketua HPI Komda Bali Masa Bakti 2026–2029. Forum rapat pun secara resmi memberi mandat penuh kepada ketua terpilih untuk segera menyusun struktur kelengkapan kepengurusan baru.
Sebagai tindak lanjut bagi kepengurusan mendatang, rapat menyepakati sejumlah rekomendasi strategis, meliputi perumusan alur penanganan kode etik bersama Dewan Pengawas Pusat, penyelenggaraan pelatihan berkelanjutan (seperti penerjemahan sastra dan hukum), pembagian informasi lowongan kerja secara intensif, hingga peningkatan brand awareness melalui kolaborasi media dan kampus. Rangkaian Rapat Anggota HPI Komda Bali 2026 yang berlangsung tertib dan demokratis ini diakhiri dan resmi ditutup pada pukul 17.40 WITA.






