Penerjemahan Kuliner dan Pencarian Istilah

Café Dedaunan, 12 Maret 2013

Akhirnya, tiba juga hari yang kami nanti-nantikan…menyelenggarakan acara santai temu anggota HPI di wilayah Bogor, dengan setting semi-outdoor

Kami (saya, Lucy dan Bunda Maria) berangkat dari Café Blue Tanjung sekitar pukul delapan pagi menuju Kebun Raya Bogor. Kami singgah dulu di pool travel Cipaganti untuk menjemput Betty, yang sorangan khusus datang dari Bandung untuk menghadiri acara kopdar ini.

Foto: Lucia Aryani.

Menjelang pukul sembilan, kami memasuki Gerbang Utama Kebun Raya Bogor, dan langsung membeli tiket masuk. Tentunya dengan diselingi mejeng di tangga gerbang. Lalu perlahan-lahan kami mulai menapakkan kaki memasuki lahan kebun raya, yang saat itu mulai hangat karena mentari pagi. Ah, nikmatnya, menghirup udara segar sarat oksigen, dan menyejukkan pandangan mata dengan kehijauan yang tersaji di hadapan kami. Café Dedaunan terletak agak jauh dari Gerbang Utama, jadi kami harus menempuh perjalanan sekitar 20 menit ke lokasi tersebut. Namun keindahan alam di sekeliling kami membuat kami sama sekali lupa bahwa acara jalan kaki ini agak jauh juga…Anggap saja, JJP di KRB. Dan tentunya, tak hentinya kamera beraksi sepanjang perjalanan tersebut.

Kami tiba di muka Café sekitar pukul 09.30. Belum ada orang di sana, karena Café buka pukul 10.00. Tidak cukup sabar menunggu sampai pukul 10, kami langsung masuk dan memilih sudut yang nyaman untuk acara kopdar ini, di sayap kiri Café. Dan menu makanan langsung disodorkan oleh para pramusaji Café. Maka wiskul dibuka dengan beberapa piring poffertjes yang hmmmm rasanya, serta jus strawberry dan tomat yang “alami”, tanpa gula …

Pukul 10.30, teman-teman mulai berdatangan. Ada 19 orang yang menghadiri acara kopdar ini, tetapi tamu spesial kami hari ini “serba dua”…Dina kuadrat (Dina  ’BritniSpirs’ Begum dengan spiky look-nya, dan Andina Rorimpandey (serta suami), yang kebetulan sedang pulkam dari Paris, Tari kuadrat (Sri Lestari dan Tarie Kertodikromo), dan last but not least, “dua sejoli ABG” kita…Ricky & Eva. Eh, masih ada lagi :  dua pakar yoga di antara peserta kopdar ini, siapa coba?

Foto: Lucia Aryani.

Setelah Adhi Ramdhan dan keluarga tiba di lokasi, kami membuka acara ini dengan agenda pertama, penerjemahan kuliner, yang dipandu oleh Bunda Maria Sundah.

Yang berkesan bagi saya pada hari ini adalah, di luar dugaan saya pribadi, ada dua peserta yang sengaja datang karena memang sedang mencari solusi dalam bidang penerjemahan kuliner. Hanif, anggota HPI Bogor, datang dengan harapan dapat menemukan solusi untuk masalah penerjemahan resep Jepang. Andina, yang juga sedang menerjemahkan buku berbahasa Prancis yang sarat muatan kuliner, ternyata menemukan siasat lewat pembahasan ini.

Saya mengisi agenda kedua secara ringkas saja. Bahannya saya peroleh dari video training Proz, dengan judul “Research Techniques For Accurate Terminology”. Materi PowerPoint pelatihan ini dapat dilihat di halaman Facebook Himpunan Penerjemah Indonesia.  Tiga hal yang saya singgung adalah mengenai penggunaan termbase (bila kita menerjemahkan dengan CAT tools), dan manfaat dari termbase ini bagi penerjemah (mempercepat pengerjaan penerjemahan dengan hanya satu klik saja, standarisasi istilah, dll). Hal kedua terkait dengan teknik pencarian istilah dengan mesin pencari. Menurut Adhi, teknik ini dikenal juga dengan sebutan “Google hacking”, yaitu penggunaan tanda-tanda baca tertentu (tanda kutip, tanda plus dan minus) untuk mempersempit hasil pencarian kita.

Foto: Ricky Zulkifli.

Hal ketiga sebenarnya terkait dengan penyaringan, penyimpanan dan pengelolaan hasil pencarian istilah tadi, sehubungan dengan jenis CAT Tools (Computer Aided Translation Tool) yang kita gunakan.

Diskusi berlangsung lancar dan santai, dan peserta aktif mengungkapkan pengalaman, mengutarakan pendapat dan mengajukan pertanyaan, ditingkah kelakar dan gelak tawa.

Sekitar pukul 12, Tarie K bermaksud akan pulang. Jadi kami bubar dari meja diskusi, dan … tentu saja, foto bersama dulu. Lalu kami lanjut dengan acara pembantingan pintu, eh, pembagian hadiah pintu. Wah, banyak ya hadiah pintunya! Semua peserta kopdar pulang dengan membawa buah tangan. Acara dilanjutkan dengan ramah tamah alias saling ngobrol dan tukar menukar kartu nama sambil maksi, yang menunya sesuai pesanan kami masing-masing. Saya memesan rijstaffel a la café Dedaunan yang penampilan cukup menggiurkan. Dan ternyata memang asyik..hehe…

Sekitar pukul 14, mendung mulai menggantung di sekeliling Kebun Raya, dan cuaca yang tadinya begitu cerah dan hangat, mendadak berubah menjadi mendung dan ….badai! Angin bertiup sangat kencang dan begitu kami meninggalkan gerbang samping KRB, hujan khas Bogor turunlah. Memang belum lengkap pengalaman di Bogor kalau belum kena hujannya Kota Hujan….

Lanny Utoyo

Foto: Ricky Zulkifli.

PS…Dina ‘BritniSpir’ Begum menuliskan kesannya setelah mengikuti acara ini dalam blognya di tautan ini : http://dinabegum.wordpress.com/2013/03/13/menerjemahkan-cita-rasa/

Posted in:
About the Author

Dina Begum

Pengurus HPI Bidang Infotek

2 Comments

  1. Lanny, tulisannya bagus sekali, enak dibaca, santai tetapi informatif. Selamat kepada pemrakarsa acara ini, Ibu Maria Sundah, dan kepada pengurus HPI Komda Jabar yang mendukung penyelenggaraannya.

Silakan Komentar Anda